Anshar ad-Din: Selandia Baru, Bukti Permusuhan Orang Kafir Itu Nyata

Jabhah Anshar ad-Din: Selandia Baru, Bukti Bahwa Permusuhan Orang Kafir itu Nyata

Jabhah Anshar ad-Din merupakan aliansi antara empat kelompok jihad di Suriah. Baru-baru ini, mereka merilis pernyataan resmi mereka terkait pembantaian kaum Muslimin di Masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Berikut pernyataan mereka:

Pernyataan Tentang Pembantaian di Dua Masjid di Selandia Baru Secara Khusus.

Alhamdulillah Rabb semesta alam, shalawat dan salam kita limpahkan kepada Rasulullah Muhammad ﷺ, keluarganya, dan para sahabatnya.

Allah ﷻ berfirman:

وَمَا نَقَمُوا۟ مِنْهُمْ إِلَّآ أَن يُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,” (Al-Buruj 85:8).

Dalam sebuah kasus baru yang terjadi di Selandia Baru, nampaklah dengan jelas permusuhan orang-orang kafir terhadap kaum Muslimin. Salah satunya adalah pembantaian yang terjadi di dua Masjid di Christchurch, Selandia Baru, di mana pembantaian tersebut merenggut nyawa puluhan kaum Muslimin. Kejadian tersebut mengandung banyak pesan yang bisa kita tangkap, di antaranya adalah:

  1. Peperangan dan konflik antaran kaum Muslimin dan orang-orang kafir itu nyata. Dan itu adalah perang aqidah dan kelanjutan dari perang salib melawan Islam dan para pemeluknya. Inilah fakta yang tidak hanya diungkapkan lewat pesan-pesan si pembunuh tersebut, tetapi juga dinyatakan oleh para pejabat dan kepala negara-negara salib yang memerangi Islam.
  2. Agresi para zionis dan tentara salib kepada kaum Muslimin tidak lagi terbatas hanya di kota-kota mereka saja, tetapi kebencian dan perangkat perang mereka telah berpindah ke setiap Muslim, dimanapun ia berada.
    Kejadian yang terjadi tersebut, maupun kejadian-kejadian lainya mewajibkan umat Islam agar sadar bahwa perang melawan orang-orang kafir adalah satu, dan hal itu tidak dapat dihentikan kecuali dengan tegaknya agama Islam yang akan melawan penjajah, membebaskan seluruh muka bumi, dan menegakkan Syari’at Allah.
  3. Sebagai penutup, terlepas dari segala kesedihan dan rasa sakit yang terjadi kepada keluarga kami di Selandia Baru maupun di negeri kaum Muslimin secara umum, maka kita dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini. Yaitu, dengan izin Allah, akan membangkitkan umat Islam dari diamnya dan kelalaiannya, agar mereka berpartisipasi dalam peperangan bersama para Mujahidin dan berdiri dalam satu barisan melawan para thaghut dan tuan-tuan mereka. Agar kelak kita dapat membebaskan diri dari belenggu-belenggu mereka dan agar kita dapat mendapatkan kembali kemuliaan dan harga diri umat ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (Ali Imran 3:200)

Ya Allah, sembuhkanlah luka-luka kami dan terimalah orang-orang yang meninggal sebagai para Syuhada’.

Alhamdulillahi Rabbil Alamin.

“Jabhah Ansharud Din”

 

 

Source: Jihadology

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *