Imarah Islam Janji Akan Menjaga Kebebasan Sipil Saat Memerintah

Imarah Islam Akan Menjaga Kebebasan Sipil Saat Memerintah

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan dalam situs resmi mereka, pada 11 Maret lalu, Imarah Islam memaparkan beberapa pon penting pernyataan juru bicara Emirat Islam Zabihullah Mujahid saat wawancara dengan jurnalis jaringan TV Shamshad. Salah satu poin menyatakan bahwa Imarah Islam akan menghormati dan melindungi kebebasan pers dan kebebasan masyarakat sipil Afghanistan.

Kebebasan pers dan masyarakat sipil sering menjadi kekhawatiran banyak kalangan saat Taliban memerintah nantinya ketika AS telah angkat kaki dari tanah Afghanistan. Banyak kekhawatiran bahwa Taliban akan memerintah secara otoriter dan mengekang kebebasan pers.

Poin penting lainnya, bahwa mereka tidak akan mau menegosiasikan masalah dalam negeri Afghanistan yang sering berusaha dimasukkan AS dalam perundingan dengan Taliban. Selain itu Imarah juga bertekad untuk kembali memerintah Afghanistan dengan sistem Islam, karena mereka telah berupaya dengan segala upaya untuk membela kepentingan rakyat Afghanistan dan membebaskan mereka dari penjajahan Barat.

Baca juga:

Mereka telah berkorban harta dan bahkan nyawa untuk mempertahankan dan memperjuangkan kepentingan Islam dan rakyat Afghanistan.

Berikut terjemahan lengkap artikel berkenaan dengan tema tersebut:

Ya, Taliban akan kembali sebagai pembebas !!!

Wawancara juru bicara Emirat Islam Zabihullah Mujahid dengan jaringan TV Shamshad sangat membangkitkan semangat, komprehensif dan menjawab banyak pertanyaan dan rumor penting.

Mujahid menyentuh banyak topik kunci dan sensitif selama wawancara, beberapa poin penting di antaranya akan disajikan di bawah ini:

1 – Kami tidak akan mengizinkan AS untuk membahas urusan dalam negeri Afghanistan, kami hanya berbicara dengan mereka tentang penarikan pasukan mereka.

2 – Masalah di antara rakyat Afghanistan harus diselesaikan melalui pembicaraan, dan karena pemerintahan Kabul telah didirikan semata-mata untuk melayani kepentingan Amerika, kami tidak menganggapnya sebagai (mitra) oposisi.

3 – Pendukung pendudukan berperang melawan orang Afghanistan dan dibunuh di tangan orang Afghanistan, jumlah kematian mereka tidak ada artinya.

4 – Kebebasan pers, masyarakat sipil dan organisasi politik akan terus beroperasi di bawah kerangka nilai-nilai Islam namun jika mereka bersikeras melanggar norma-norma Islam dan norma Afghanistan, mereka akan dihilangkan.

5 – Taliban akan kembali sebagai pembebas karena mereka telah berjuang untuk kebebasan dan pertahanan Afghanistan selama 18 tahun terakhir.

Secara keseluruhan, jika kita benar-benar menganalisis wawancara Mujahid dengan Shamshad TV melalui kacamata seorang patriot Afghanistan, hanya dengan demikian seseorang dapat benar-benar memahami seberapa dalam fondasi, kebijakan dan perjuangan Imarah Islam mengambil inspirasi dari sejarah Kebesaran Afghanistan dan pemahaman agama.

Imarah Islam telah bertempur melawan koalisi 49 negara yang dipimpin oleh Amerika selama 18 tahun, dan berhasil menghadapi ratusan strategi kejam skala besar mereka, mempermalukan dan menghentikan mesin perang kebanggaan mereka. Berdasarkan informasi beberapa sumber, AS dan sekutu telah menghabiskan lebih dari $ 1,5 triliun dolar untuk melemahkan dan menghentikan Taliban tetapi Alhamdulillah, mereka gagal untuk mendesak Mujahidin kembali bahkan satu inci pun di medan perang.

Sejarah telah menjadi saksi bahwa dengan kesombongan dan arogansinya, Amerika belum pernah melakukan negosiasi yang begitu lama dengan negara atau pihak mana pun, (seprti yang dilakukan sekarang) sebuah realita yang jelas menunjukkan ketakutan dan terhinanya mereka.

Tetapi hari ini Amerika telah datang ke meja perundingan dengan Taliban dan sedang mengikuti agenda pembicaraan yang ditentukan oleh nilai-nilai dan kepentingan Mujahid Afghanistan, tanpa keraguan semua ini adalah hasil dari perlawanan tulus. Di tangan Imarah Islam Afghanistan sedang memasuki fase akhir kemenangan karena pengorbanan yang tak terukur.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya Taliban kembali, seperti yang diucapkan oleh Zabihullah Mujahid dengan penuh kebanggaan dan kehormatan ketika dia berkata “Ya, Taliban memiliki hak untuk kembali sebagai pembebas” karena mereka telah menghadapi setiap konspirasi, kejahatan, dan pelanggaran Amerika dan koalisinya yang beranggotakan 49 negara dengan keberanian dan membela setiap inci dari tanah air mereka dan kesuciannya.

Artikel dipublikasikan pada 11 Maret 2019

 

 

Sumber:  alemarahenglish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *