Mengurai Teroris Sayap Kanan dan Islamophobia Barat

Selama tiga dekade terakhir, serangan teroris berskala besar yang dimotivasi oleh keyakinan ekstrim sayap kanan hampir secara eksklusif dilakukan oleh pelaku tunggal dan sel otonom kecil. Alasannya sederhana. Mempertahankan eksistensi kelompok ekstrim kanan dengan metode terorisme tidak mungkin dilakukan di negara demokrasi Barat saat ini karena pemantauan negara dan kurangnya dukungan eksternal dan tempat yang aman.

Sebuah contoh baru-baru ini dari para ekstremis yang mencoba, tetapi gagal, untuk mempersiapkan serangan sambil menjaga profil publik adalah kelompok National Action di Inggris, yang para pemimpin dan aktivisnya saat ini menjalani hukuman penjara yang lama. Hal ini membuat kaum revolusioner ekstrem kanan memiliki dua opsi: beroperasi di depan umum tetapi menahan diri dari perilaku ilegal, atau bergerak secara rahasia di bawah tanah.

Kunci untuk memahami ancaman teroris hari ini adalah menemukan pergerakan mereka secara rahasia di bawah tanah — terutama di ranah online, yang telah menjadi tempat berkembang biak bagi semua jenis ekstremis kontemporer, termasuk teroris Christchurch. Secara khusus, ia mengumumkan serangannya di forum online dan bahkan membagikan tautan Facebook yang digunakan untuk menyiarkan serangan itu.

Baca artikel terkait:

Pertanyaannya adalah apakah gerakan bawah tanah yang sebenarnya, jaringan aktivis sayap kanan yang bekerja bersama, melalui aplikasi online terenkripsi, untuk mempersiapkan serangan teroris di masa depan, benar-benar beroperasi secara transnasional. Tidak ada yang tahu pasti, tetapi dengan melihat serangan sebelumnya, beberapa jejak telah ditemukan menunjukkan bahwa jaringan transnasional seperti ini ada saat ini dalam gerakan ekstrim kanan.

Di tingkat nasional, beberapa negara tampaknya secara tidak sengaja menjadi tuan rumah jaringan bawah tanah dari ekstremis sayap kanan yang tertarik untuk memfasilitasi kampanye teroris melawan minoritas, musuh politik, atau pemerintah. Banyak dari jaringan ini juga memiliki hubungan internasional. Contoh paling menonjol adalah sel teroris National Socialist Underground (NSU) di Jerman, yang antara 2000 dan 2006 membunuh sembilan imigran dan seorang polisi wanita, dan melakukan setidaknya tiga serangan bom terpisah.

Penyelidikan mengungkapkan bahwa sel teroris yang terdiri dari tiga orang tersebut telah menerima dukungan keuangan dan operasional dari jaringan bawah tanah yang lebih luas. Lebih jauh lagi, sementara polisi dan masyarakat mencurigai pembunuhan itu bermotivasi kriminal, sejumlah besar aktivis dalam pergerakan ekstrim kanan Jerman tampaknya tahu bahwa mereka terhubung dengan NSU.

Di luar Jerman, negara-negara lain yang menjadi tuan rumah jaringan ekstrim kanan bawah tanah dengan metode terorisme adalah Italia, Prancis, Amerika Serikat, dan Rusia.

Faktanya, setelah 1990, jumlah serangan ekstrim kanan yang mematikan telah beberapa kali lebih tinggi di Rusia daripada di negara lain mana pun. Di Barat, negara-negara dengan tingkat serangan tertinggi adalah Swedia dan Jerman, diikuti oleh Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, dan Yunani. Namun, sebagian besar serangan mematikan ini tidak dilakukan oleh kelompok terorganisir atau bahkan oleh sel-sel otonom, tetapi geng terorganisir secara longgar, kelompok orang kecil dan tidak terorganisir, atau oleh aktor tunggal, seperti penembakan sinagog Pittsburgh baru-baru ini dan serangan Islamofobik terbaru di Christchurch.

Baca artikel terkait:

Negara-negara demokrasi di Barat menghadapi dua jenis ancaman kekerasan dari ekstrem kanan saat ini. Di satu sisi, sebagian besar serangan bersifat spontan, dan dilakukan oleh aktor yang tidak terorganisir dengan motivasi ekstrim kanan, seringkali di bawah pengaruh alkohol atau narkoba. Senjata yang paling umum digunakan adalah pisau, tinju, tongkat, dan batang besi. Serangan seperti itu biasanya tidak memenuhi syarat untuk diesebut sebagai terorisme.

Di sisi lain, sebagian besar serangan skala besar dengan banyak korban dilakukan oleh pelaku tunggal atau sel otonom kecil. Serangan-serangan ini lebih jarang, selalu direncanakan, dan biasanya menggunakan senjata api dan bahan peledak. Muslim telah menjadi target utama, termasuk dalam serangan Christchurch. Namun, meskipun mereka menyerang target yang sama, para pelaku beroperasi secara terpisah satu sama lain tanpa komunikasi langsung atau kerja sama formal di antara mereka. Tetapi itu tidak berarti bahwa pelaku tunggal dan sel otonom ini tidak menarik inspirasi satu sama lain.

Dalam manifesto teroris Christchurch, pembunuh massal Norwegia, Anders Behring Breivik, disebut sebagai satu-satunya sumber inspirasi pembunuh yang sebenarnya. Pada 22 Juli 2011, Breivik pertama kali meledakkan bom pupuk seberat 2.100 pon di kawasan perkantoran pemerintah Norwegia di jantung kota Oslo, menewaskan delapan orang, sebelum menembak dan membunuh 69 orang di Utoya, sebuah pulau kecil 25 mil dari ibukota. 158 orang lagi terluka parah dalam serangan itu. Sasarannya, perwakilan pemerintah dan anggota sayap pemuda Partai Buruh yang berkuasa, dituduh sebagai pengkhianat budaya Marxis, yang dengan sengaja memfasilitasi “invasi Muslim” ke Norwegia.

Pembunuh massal Norwegia, Anders Behring Breivik, melakukan gerakan ala Nazi di depan audiensi bandingnya pada bulan Januari 2017 (AFP)

Serangan teroris Breivik adalah unik dalam beberapa hal. Selain angka kematian yang tinggi, itu adalah salah satu dari beberapa kasus di mana pelaku sepenuhnya mengalami radikalisasi online.

Itu juga satu-satunya serangan teroris ekstrim kanan yang kompleks dalam tiga dekade terakhir yang menggabungkan bahan peledak dengan senjata api. Kedua karakteristik ini tampaknya dimiliki oleh penembak Christchurch, yang membawa bahan peledak di salah satu mobilnya, dan tampaknya terpapar radikalisasi secara online tanpa berinteraksi dengan kelompok ekstrim kanan yang terorganisir.

Baca juga:

Breivik juga orang pertama yang memproduksi bom dari pupuk yang diencerkan. Upaya untuk mengencerkan konsentrasi amonium nitrat dalam pupuk diperkenalkan di Eropa setelah pengeboman Kota Oklahoma 1995 untuk mencegah pembuatan bom semacam itu. Namun, Breivik berhasil menghindari langkah ini, katanya, dengan menggabungkan wawasan dari ratusan resep pembuatan bom yang diunduh dari internet. Dengan demikian, dari perspektif operasional, “prestasi” Breivik memang bisa menjadi sumber inspirasi bagi teroris masa depan.

Namun aspek yang paling penting dari kisah Breivik adalah kurangnya dukungan yang ia terima dalam gerakan yang lebih luas setelah serangan. Khususnya, sangat sedikit actor yang terkait dengan organisasi ekstrem kanan yang menyuarakan dukungan untuk Breivik, kecuali di Rusia. Dan mereka yang mendukungnya biasanya mendukung pandangan politiknya tetapi bukan tindakannya. Alasan terpenting adalah kemungkinan kebrutalan serangan itu, serta fakta bahwa ia membunuh banyak anak kulit putih (dalam benaknya, target tersebut sah karena mereka adalah anggota sayap pemuda Partai Buruh Norwegia).

Dukungan secara online untuk Breivik muncul setelah serangan, yang terdiri dari banyak blog Tumblr dan dikoordinasi oleh orang misterius menggunakan nama alias Angus Thermopylae. Untuk beberapa waktu, Angus menjadi juru bicara resmi Breivik. Dia menjalankan blog dukungan, menerbitkan surat-surat yang telah ditulis Breivik dari penjara, dan mengkoordinasikan terjemahan kolektif manifestasi Breivik ke dalam banyak bahasa.

Baca juga:

Namun, ternyata mayoritas pengikut Breivik adalah gadis-gadis muda yang tertarik padanya karena alasan romantisme daripada karena alasan politik. Meskipun Angus sangat mampu dalam hal keamanan operasional internet, tidak meninggalkan jejak di belakang berbagai layanan intelijen yang berusaha mengidentifikasi dia, ironisnya, dia akhirnya berhasil dikompromikan oleh salah satu dari gadis-gadis ini, yang menyerahkan namanya kepada seorang jurnalis Norwegia. Dia ternyata adalah pria Belanda yang tinggal di Amerika Serikat. Begitu ia dikonfrontir oleh jurnalis, aktivitas dukungannya berakhir, dan seluruh jaringan dukungan terhenti.

Hingga Jumat, beberapa peniru diduga telah muncul. Beberapa telah diidentifikasi melalui media, tetapi dalam sebagian besar kasus Breivik ternyata tidak menjadi inspirasi utama. Kasus pertama seseorang yang benar-benar terinspirasi oleh Breivik mungkin adalah penangkapan baru-baru ini, yaitu letnan Penjaga Pantai AS yang merencanakan serangan besar-besaran terhadap politisi dan jurnalis di Amerika Serikat dan ditangkap sebelum ia bisa melaksanakannya.

Rupanya, letnan ini menyimpan salinan manifesto Breivik dan telah mengembangkan sistem klasifikasi yang sama dari target yang sah, tetapi terlalu sedikit informasi yang telah dirilis sejauh ini untuk menarik kesimpulan tentang kasus ini.

Karena itu, tersangka teroris Christchurch adalah satu-satunya kasus yang jelas dari pengikut Breivik yang sebenarnya. Dia meninggalkan sedikit keraguan tentang ini ketika dia menyatakan dalam manifestonya bahwa ketika telah membaca karya banyak orang lain, dia “hanya benar-benar mengambil inspirasi sejati dari Knight Justiciar Breivik.” Dalam manifesto yang sama, dia juga mengklaim telah menghubungi “Ksatria Templar yang dilahirkan kembali” atas berkat yang mendukung serangan. (Ksatria Templar adalah organisasi teroris fiksi Breivik, yang sengaja ia buat untuk menginspirasi serangan di masa depan.)

Baca juga:

Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah kelompok Ksatria Templar benar-benar telah dilahirkan kembali, atau jika ada anggota atau sel lain, seperti yang disebut oleh teroris Christchurch. Jika benar, itu akan menjadi perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern terorisme sayap kanan dalam arti bahwa jaringan teroris transnasional semacam itu belum ada sejak tahun 1970-an dan 1980-an, dicontohkan oleh apa yang disebut jaringan Orkestra Hitam, yang berbasis di Italia , tetapi menerima pelatihan dan dukungan di Portugal.

Meskipun teroris Christchurch jelas terinspirasi oleh Breivik, sebenarnya tidak banyak jejak tulisan atau ideologi Breivik sendiri dalam manifesto Christchurch. Manifesto Breivik dipotong-dan-disisipkan dari sumber lain, dan setengahnya ditulis olehnya, sedangkan teroris Christchurch tampaknya telah menulis sebagian besar manifesto itu sendiri, dan menyesuaikannya dengan komunitas bawah tanah online menggunakan bahasa kode, ironi, dan dengan sengaja melibatkan beberapa tokoh-tokoh kontroversial untuk memicu kerusuhan dan polarisasi.

Seperti Breivik, teroris Christchurch termasuk wawancara dengan gaya dirinya sendiri, menjelaskan motivasinya sendiri, persiapan, dan preferensi ideologis. Khususnya, ia membenarkan pembunuhan anak-anak, dengan alasan bahwa “anak-anak penjajah tidak akan terus menjadi anak-anak, mereka menjadi dewasa dan bereproduksi, menciptakan lebih banyak penjajah untuk menggantikan orang-orang Anda.” Breivik tidak pernah membenarkan pembunuhan anak-anak dalam manifestonya sendiri, tetapi 33 korbannya di Utoya, pulau tempat ia melakukan serangan kedua, berusia di bawah 18 tahun. Dua di antaranya baru berusia 14 tahun.

Baca juga:

Banyak teks yang ditulis Breivik agak aneh, yang mungkin membuatnya tidak diterima dengan baik di dalam gerakan ekstrim kanan yang lebih luas. Sebagai contoh, ia menulis bahwa ayah harus selalu memiliki hak asuh anak, mengatakan bahwa pernikahan harus didasarkan pada kepentingan bersama daripada perasaan, dan mengusulkan mendirikan klinik pengganti yang dikelola pemerintah di mana anak-anak Nordik dapat dilahirkan dan dibesarkan. Manifesto Breivik juga memiliki panjang 1.516 halaman, dibandingkan dengan manifesto Christchurch 74 halaman yang lebih mudah dicerna, yang ditulis dalam bahasa yang lebih mudah dan dirancang untuk merangsang pembaca underground secara online.

Menimbang bahwa teroris Christchurch menargetkan masjid dan Muslim daripada anak-anak kulit putih, ia mungkin mendapat predikat yang lebih hebat di dalam gerakan bawah tanah daripada Breivik. Memang, sudah ada indikasi di berbagai forum ekstrim kanan bahwa pembaca mendukung serangan.

Serangan Christchurch harus mengingatkan kita bahwa di sebagian besar negara demokrasi Barat, jumlah peristiwa mematikan yang dimotivasi oleh keyakinan ekstrim kanan jauh lebih tinggi daripada serangan yang dimotivasi oleh ekstremisme Islam.

Ancaman bawah tanah dan tidak terorganisir, dan mereka yang membentuk opini publik harus berhati-hati menyalahkan mereka yang beroperasi di ruang publik dan dalam batas-batas hukum seperti partai kanan radikal atau gerakan protes anti-imigran. Sebenarnya ada korelasi negatif antara dukungan elektoral untuk partai-partai kanan radikal dalam demokrasi Barat dan tingkat serangan mematikan dengan motivasi ekstrem kanan.

Sementara partai-partai dan gerakan-gerakan semacam itu dalam beberapa kasus dapat mewakili ancaman terhadap nilai-nilai demokrasi dan hak-hak minoritas, ancaman kekerasan berskala besar datang dari bawah tanah online, dan oleh karena itu para pembuat kebijakan perlu tahu lebih banyak tentang mengapa beberapa orang tertarik pada “dunia gelap” tersebut.

 

Sumber:  foreignpolicy

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *