Jihad yang Menghancurkan Penjajah

Sebagian besar analis dan ahli politik di seluruh dunia sepakat bahwa Amerika telah dikalahkan di Afghanistan. Amerika harus segera menarik semua pasukan dari Afghanistan atau sejarah akan berulang dan mengubah Afghanistan menjadi kuburannya.

 

The Washington Times baru-baru ini menulis bahwa Amerika Serikat terjebak dalam perang tanpa akhir dan menyarankan Amerika harus mengeluarkan pasukannya dari Afghanistan dan sambil melanjutkan pembicaraan yang sedang berlangsung di Qatar. Artikel tersebut menambahkan bahwa, bahkan jika pembicaraan ini gagal menghasilkan kesepakatan, pasukan Amerika tetap harus ditarik.

Saat merencanakan pendudukan Afghanistan, para penjajah pada saat itu berpikir bahwa mereka akan dengan mudah menenangkan perang di tanah ini, menancapkan kepentingan mereka di wilayah ini, dan dari jantung Asia mengendalikan nasib orang-orang di dalamnya selamanya. Bush bahkan mengatakan dia tidak berniat meninggalkan Afghanistan sementara Blair menyatakan bahwa mereka akan tetap tinggal setidaknya setengah abad.

Selama serangan awal, para penjajah dengan bangga memamerkan senjata-senjata superior mereka melalui mikrofon media kolonial. Siang dan malam mereka menggosok garam pada luka warga Afghanistan dan menyebar melalui mulut yang disewa.

Pasukan sekutu menggunakan jet tempur F-16 canggih, pembom B52, pesawat tanpa awak, rudal jelajah, bom tandan, kendaraan lapis baja, teknologi (persenjataan) paling maju dalam sejarah manusia. Dengan jumlah uang tak terbatas, dan klaim pasukan paling berani serta memiliki kemampuan melihat dan mendengar setiap objek dari luar angkasa.

Imarah Islam menyarankan mereka untuk menggunakan logika, tetapi Bush dan Blair mabuk dengan kesombongannya karena kebanggaan dengan teknologi yang unggul mengalahkan otak mereka dan satu-satunya seruan mereka adalah kematian dan kehancuran.

Pendiri Imarah Islam Afghanistan, Amirul Muminin Mullah Muhammad Umar menjawab para tiran internasional dengan “Memang benar bahwa senjata dapat membunuh, namun mereka tidak dapat menangkal kematian”.

Hari ini dunia menyaksikan manifestasi dari ekspresi yang sangat bermakna ini, ketika Mujahidin bersenjatakan senapan memasuki pangkalan besar penjajah yang sombong dan melemparkan puluhan penjajah ke dalam jurang kematian.

Bangsa Afghanistan telah mengumumkan sejak awal bahwa mereka tidak akan pernah menerima penjajah di tanah suci mereka dan akan menapaki jalan perlawanan untuk melindungi kepentingan agama dan nasional mereka sampai bisa mengusir mereka sepenuhnya.

Para penjajah dan sejumlah ahli politik, menyebut sikap rakyat Afghanistan ini sebagai kekonyolan. Mereka bersikeras bahwa waktu dan kondisi saat ini telah berubah, memerangi pasukan internasional adalah mustahil karena tanah manapun yang mereka masuki, tidak pernah mereka tinggalkan. Namun perjuangan Jihad yang sedang berlangsung membuktikan bahwa rakyat Afghanistan adalah bangsa yang tidak bisa ditaklukkan karena mereka membawa kekuatan super Ilahi yang tidak bisa dikalahkan.

Bangsa Afghanistan di bawah kepemimpinan Imarah Islam telah mematahkan banyak rencana dan tujuan musuh dan membersihkan lebih dari setengah wilayah negara dari kehadiran penjajah dan antek-anteknya. Kekuatan kemenangan Imarah Islam setiap hari membebaskan rakyat dari penindasan dan korupsi mereka.

Sebagian besar analis dan ahli politik di seluruh dunia sepakat bahwa Amerika telah dikalahkan di Afghanistan. Amerika tidak hanya gagal mencapai satu tujuan tunggal dalam perang terpanjang dalam sejarahnya, tetapi Taliban mendapatkan kekuatan di setiap langkah dan membebaskan semakin banyak wilayah setiap hari.

Amerika akhirnya harus mengakhiri kebodohannya yang keras kepala dan dengan cepat menarik semua pasukan dari Afghanistan atau sejarah akan berulang dan mengubah Afghanistan menjadi kuburannya.

 

 

Sumber:  alemarahenglish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *