Lagi, JNIM Serbu Pangkalan Militer di Mali

Tadi malam (16/3), sekelompok pejuang yang tergabung dalam kelompok Al Qaeda, Jama’ah Nusrat al-Islam wal Muslimin (JNIM) menyerang sebuah pangkalan militer di pusat kota Dioura, Mali. Sumber-sumber lokal menyatakan bahwa para anggota JNIM menduduki pangkalan secara singkat, kemudian mengambil beberapa barang militer di dalam pangkalan militer tersebut, sebelum akhirnya menarik diri.

Menurut RFI, Mujahidin mulai melakukan serangan terkoordinasi di pangkalan tersebut setelah mereka datang dengan sepeda motor dan kendaraan berat. Kelompok JNIM lalu menyerang pangkalan tersebut dari dua arah sebelum akhirnya mengalahkan pertahanannya. Setidaknya 16 tentara Mali dilaporkan tewas, sementara lima kendaraan militer hancur dalam serangan itu.

JNIM kemudian menduduki pangkalan itu secara singkat, menurut Reuters, sebelum akhirnya menarik diri dengan membawa rampasan perang berupa senjata dan peralatan lainnya. Sejauh ini, tidak ada kelompok yang mengklaim serangan tersebut, tetapi Katibat Macina JNIM menjadi objek tuduhan.

Militer Mali, mengakui serangan tersebut tetapi meragukan kerugian seperti yang diberitakan. Pada laman Facebook-nya, mereka melaporkan bahwa pangkalan itu memang mengalami serangan sementara, dan pasukannya masih berada dalam kontrol yang kuat atas pangkalan tersebut.

Militer Mali lainnya melaporkan kepada France24, bahwa pasukan mereka juga mampu membunuh beberapa anggota JNIM yang menyerang pangkalan tersebut, tetapi berita ini belum dikonfirmasi.

Mali Tengah telah menjadi pusat konflik jihadis yang bangkit kembali di dalam negeri tersebut. Katibat Macina JNIM, yang berada di garis depan, telah melakukan ratusan serangan kepada musuh di seluruh Mali Tengah dan Selatan sejak tahun 2015.

JNIM juga berpartisipasi dalam konflik komunal di Mali Tengah untuk kepentingan mereka sendiri.

Sejak awal tahun, JNIM telah melakukan puluhan serangan terhadap pasukan Mali, Perancis, dan PBB di seluruh negeri Mali. Meskipun di sana terdapat misi kontra terorisme yang dipimpin oleh Perancis, pasukan G5 Sahel, dan pasukan penjaga perdamaian PBB, namun Al Qaeda masih mempertahankan kemampuan mereka untuk beroperasi secara terbuka di Mali dan Sahel yang lebih luas.

 

 

Sumber:   Longwarjournal

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *