Peta Kekuatan Umat Islam di Negara-Negara Konflik: Somalia (Bag.6)

Somalia

Sejak tahun 1993, kekalahan Amerika di Mogadishu, tersebarnya gambar-gambar tentang kekalahan tentara Amerika di sana, merupakan salah satu alasan penarikan pasukan mereka. Somalia telah menjadi salah satu negara yang melawan kolonialisme dan dominasi, barat pada umumnya, dan Ameirka pada khususnya.

Somalia memiliki sejarah besar dalam menentang penjajah asing sejak abad ke-19 dan abad ke-20, yang dikerahkan oleh umat Islam. Saat ini, Somalia terbagi menjadi tiga wilayah, yang pertama adalah wilayah Somali land, yang kedua wilayah Putland, dan yang ketiga adalah Republik Somalia, yang merupakan induk negara.

Setelah Al Shabaab dan Pengadilan Islam mengontrol Mogadishu dan membentuk pemerintahan Islam di negara tersebut setelah konflik yang panjang, Amerika kemudian melakukan intervensi militer bersama dengan kepemimpinan pasukan Afrika bernama AMISOM yang terdiri dari sekitar 22 ribu tentara dari negara-negara seperti Ethiopia, Keya, Uganda, Djibouti, dan Burundi.

Pasukan AS sendiri berjumlah sekitar 500 orang dengan kepemimpinan operasi Afrika-Amerika. Dukungan operasi dan kepemimpinan mereka sekarang, setelah 7 tahun intervensi di Somalia, situasi di sana nampaknya tidak berubah.

Al Shabaab melakukan serangan-serangan kepada pasukan penjajah di dalam dan di luar Somalia, seperti Kenya, Uganda, dan Ethiopia. Pasukan penjajah menderita kerugian besar dan Al Shabaab berhasil mengalahkan mereka, dan kemudian banyak wilayah Somalia yang kembali berada di bawah kontrol Al Shabaab. Ethiopia menarik diri dari pasukan Afrika pada tahun 2016. Sedangkan negara-negara lain ingin menarik diri setelah mengalami kerugian dan kekalahan.

Amerika terus menekan mereka untuk meneruskan peperangan tersebut. AS sendiri memperkirakan mereka bisa memulihkan diri dari kekuatan dan kontrol Al Shabaab pada tahun 2017, setelah banyak kekalahan dan kehilangan pada 2011.

Aliansi Afrika sendiri sekarang digambarkan sangat rapuh, lemah, terfragmentasi, dan dapat dihantam setiap saat, meskipun ada dukungan dan tekanan dari AS.

Situasi ini mirip dengan situasi Taliban di Afghanistan -dengan mempertimbangkan perbedaan kondisi dan negaranya- dari segi bahwa wilayah tersebut nampaknya sudah berada di ambang kemenangan. Tidak ada solusi lain bagi Amerika selain menarik pasukan, karena mereka telah gagal untuk mengalahkan Al Shabaab selama sekitar tujuh tahun terakhir. Dan Trump telah mengatakan tentang hal itu. Trump juga mengatakan bahwa rencana baru harus dikerjakan untuk memenuhi tantangan di Somalia, tetapi tidak ada tanda-tanda itu.

 

 

Sumber: Tipyan

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *