Beda Target: Amerika Bunuh Sipil, Taliban Sasar Militer

Serangan Udara AS Membunuh 14 Warga Sipil Afghanistan

Serangan udara AS menghancurkan rumah-rumah sipil dan menewaskan sedikitnya 14 warga sipil, kebanyakan perempuan dan anak-anak .

Sabtu pagi (23/3), sebuah konvoi gabungan AS-Afganistan melewati para tentara di pos pemeriksaan militer. Sebuah kendaraan AS berhenti di dekat pos pemeriksaan, dan ketika pasukan keluar, salah satu tentara di pos pemeriksaan melepaskan tembakan. Para pejabat Afghanistan mengatakan prajurit itu adalah penyusup Taliban.

Pesawat-pesawat tempur AS kemudian menyerang apa yang diklaim Pentagon sebagai “pangkalan Taliban,” tetapi yang terjadi sekelompok rumah di perkampungan penduduk sipil menjadi sasaran. 14 warga sipil terbunuh, kebanyakan wanita dan anak-anak.

Para pejabat AS membela diri dengan insiden itu, mengklaim pasukan di darat mendeteksi tembakan dari arah itu, dan menuduh Taliban bersembunyi di dalam rumah penduduk sipil. Pasukan AS dan Afghanistan sering kali melakukan serangan udara yang tidak tepat sasaran dan justru menyasar penduduk sipil. Ribuan nyawa masyarakat sipil muslim Afghanistan telah menjadi korban serangan udara membabi-buta semacam ini dengan berbagai dalih.

 

Serangan Taliban Menewaskan 65 Tentara Afghanistan

Meskipun tentara Afghanistan yang didukung AS mencoba mempertahankan Helmand yang strategis, Taliban berhasil menguasai daerah itu.

Taliban sudah menguasai sebagian besar Provinsi Helmand, dan tampaknya melancarkan lebih banyak serangan besar akhir pekan ini di Provinsi Sangin. Setidaknya 65 tentara Afghanistan dilaporkan tewas, dan 38 lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Serangan dimulai ketika Taliban meyerbu ke Sangin dan menyerang sejumlah pos keamanan. Serangan seperti itu biasa terjasi. Namun kali ini, bala bantuan yang dikirim untuk merebut kembali pos-pos tersebut disergap.

Korban serangan dan penyergapan, seorang senator setempat melaporkan 65 tentara tewas, dan 48 diantaranya adalah Tentara Afganistan. Pada hari Ahad malam (24/3), pertempuran masih berlangsung saat itu.

Meskipun tentara Afghanistan yang didukung AS mencoba mempertahankan Helmand yang strategis, Taliban berhasil menguasai daerah itu. Mereka berhasil mendesak mundur tentara AS dan Afghanistan dan sekarang mengendalikan semua wilayah kecuali distrik ibukota.

 

 

Sumber: antiwar, antiwar

 

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *