JNIM Serang Pangkalan Militer Mali: Buktikan Al Qaeda Masih Kuat

Kelompok sayap Al Qaeda di Afrika Barat dan Sahel, JNIM, mengklaim berhasil melakukan serangan besar-besaran pada hari Minggu (24/3) di pangkalan militer di Mali Tengah. Setidaknya 23 tentara Mali terbunuh dalam serangan tersebut, yang menjadikan pangkalan militer tersebut diduduki oleh Mujahidin secara singkat.

“Terima kasih kepada Allah, Mujahidin di wilayah Macina, di bawah kepemimpinan Syaikh Amadou Kouffa, berhasil melakukan serangan pada pangkalan pasukan G5 (Sahel) di Dioura,” ungkap JNIM. Klaim tersebut kemudian menyatakan bahwa senjata artileri lapangan, senapan mesin DShK, SPG-9, RPG, kendaraan militer, dan senjata ringan berhasil diambil dari pangkalan tersebut.

Dengan menyatakan bahwa serangan tersebut dipimpin langsung oleh Kouffa, para Mujahidin langsung membantah klaim dari militer Mali bahwa operasi tersebut dipimpin oleh Ba Ag Moussa, seorang mantan kolonel Mali yang membelot ke Mujahidin pada tahun 2012. Selain itu, pernyataan dari JNIM juga menekan kembali klaim Perancis dan Mali yang menyatakan bahwa Kouffa sudah tewas. Klaim tersebut sudah terbukti salah berdasarkan pada video yang dirilis oleh JNIM di awal bulan ini.

JNIM juga menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk “pembalasan atas kejahatan keji yang dilakukan oleh pasukan pemerintah Bamako, dan milisi yang didukungya, di wilayah kanan rakyat Fula.” Para petinggi Mujahidin menyatakan bahwa mereka melindungi rakyat Fulani di Mali Tengah.

Kelompok cabang Al Qaeda tersebut juga menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Gerakan Tuareg untuk Kemerdekaan Azawad (MSA) di dekat Talataye di wilayah Gao Utara pada hari Selasa. JNIM mengatakan bahwa mereka berhasil menewaskan sembilan orang milisi tersebut, namun MSA belum mengkonfirmasi atau menyangkal pernyataan tersebut.

MSA dan sekutunya, Gerakan Bela Diri Imghad dan Sekutu (GATIA), menjadi target JNIM pada bulan lalu di wilayah Manaka yang berdekatan. JNIM dan kelompok-kelompok pendahulunya telah mengklaim serangan terhadap milisi Tuareg di masa lalu, namun aliansi GATIA-MSA juga menjadi target utama bagi ISIS di Sahara Besar (ISGS) di Mali Utara.

Sejak awal tahun, JNIM telah bertanggung jawab atas puluhan serangan terhadap pasukan Mali, Perancis, dan pasukan PBB di seluruh Mali. Meskipun misi kontraterorisme yang dipimpin Perancis, pasukan G5 dari Sahel, dan pasukan penjaga perdamaian PBB, Al Qaeda masih mempertahankan kemampuan untuk beroperasi secara terbuka di Mali dan Sahel yang lebih luas.

 

 

Sumber:   longwarjournal

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *