Pemerintah Afghanistan Skeptis pada Perundingan Damai Taliban

Imarah Islam Akan Bertemu Dengan Perwakilan Masyarakat Sipil AfghanistanTopik utama pertemuan itu, kata  beberapa sumber adalah pemerintahan kesepakatan pasca-perdamaian.

 

Delegasi dari partai-partai politik arus utama dan masyarakat sipil sedang bersiap untuk menghadiri pertemuan kedua dengan Taliban bulan depan di Qatar, tetapi pemerintah Afghanistan belum mengkonfirmasi atau menolak kehadirannya dalam pertemuan itu, dan justru skeptis tentang hasil konferensi tersebut.

Setidaknya 80 delegasi, termasuk 40 delegasi pertemuan pertama di Moskow, serta anggota masyarakat sipil akan menghadiri pertemuan pada 14 dan 15 April di Qatar, menurut sebuah sumber.

Ini akan menjadi tindak lanjut dari perundingan Moskow yang diadakan antara politisi Afghanistan dan Taliban di Moskow pada bulan Februari lalu.

Baca juga:

Juru bicara Presiden Ghani Haroon Chakhansuri pada hari Sabtu (23/3), mengatakan: “Diskusi akan mencapai hasil ketika pemerintah dan Taliban mengadakan pembicaraan tatap muka.”

Chakhansuri mengatakan pemerintah akan membentuk tim negosiasi inklusif dalam waktu dekat.

Meskipun pemerintah skeptis tentang hasil pertemuan Qatar yang akan datang, beberapa politisi tetap sangat optimis tentang pembicaraan sementara yang lain menekankan pada keterlibatan semua warga Afghanistan di pertemuan tersebut.

“Partai-partai politik Afghanistan, pemerintah Afghanistan, Taliban dan organisasi masyarakat sipil harus mencapai kesimpulan yang dapat diterima oleh semua warga Afghanistan,” kata Mohammad Ismail Khan, anggota kepemimpinan Partai Jamiat-e-Islami.

“Akan lebih baik jika para politisi terlebih dahulu menciptakan koordinasi di antara mereka sendiri dan kemudian mereka harus duduk dan membahas masalah-masalah nasional dan pada akhirnya mereka harus berbicara dengan Taliban,” saran analis politik Jawed Faisal.

Topik utama pertemuan itu, kata  beberapa sumber adalah pemerintahan kesepakatan pasca-perdamaian, pembagian partai politik dalam pemerintahan itu, dan gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri perang dan kekerasan di negara itu.

“Politisi Afghanistan dan Taliban akan berbicara tentang masa depan Afghanistan dan tentang pemerintah yang mungkin akan mencakup seluruh Afghanistan,” kata Nazar Mohammad Mutmaen, seorang analis urusan politik.

Baca juga:

“Sebuah konsensus nasional harus dibuat dalam hal ini dan pemerintah sementara harus dibentuk sehingga dapat mengatur perdamaian dan pemilihan umum,” kata Qadir Shah, juru bicara tim pemilihan Mohammad Haneef Atmar.

Politisi Afghanistan baru-baru ini mengatakan pemerintah telah diundang untuk menghadiri pertemuan Qatar, tetapi Istana Presiden mengatakan bahwa pemerintah Afghanistan tidak akan menghadiri pertemuan dalam format Moskow.

Warga Afghanistan dari berbagai bagian negara itu mengatakan pencapaian dalam 18 tahun terakhir harus diikutkan dalam proses perdamaian.

“Pembicaraan harus berjalan dan respons positif harus diberikan,” kata Bashir, seorang warga Nangarhar.

 

 

Sumber:   tolonews

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *