Imarah Islam: Laporan HAM Amerika Memutar Balikkan Fakta

Imarah Islam mempermasalahkan laporan Hak Asasi Manusia oleh Departemen luar negeri Amerika yang mamasukkan Imarah Islam (Taliban) sebagai salah satu pelaku pelanggaran HAM. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Imarah Islam Afghanistan, Zabihullah Mujahid pada 14 Maret, sehari setelah publikasi laporan HAM AS.

Dalam pernyataan tersebut Mujahid menyatakan bahwa Amerika lebih layak disebut sebagai pelanggar HAM nomor satu di dunia. Mujahid memberi contoh; Amerika mengaku telah menjatuhkan 7000 bom selama tahun 2018 yang menyasar orang Afghanistan, sebagian besar korbannya adalah warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

Berikut terjemahan lengkap pernyataan juru bicara Imarah Islam Afghanistan:

Pernyataan juru bicara Imarah Islam sebagai reaksi terhadap laporan Hak Asasi Manusia oleh Departemen Luar Negeri AS

Rabu (13/3) malam Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menerbitkan laporan tahunan tentang Hak Asasi Manusia.

Laporan tersebut juga menyoroti Imarah Islam terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia. Imarah Islam menganggap laporan ini bertentangan dengan kenyataan.

Realitanya, AS adalah negara penjajah yang terlibat langsung dalam kejahatan terhadap kemanusiaan. Menurut pengakuannya sendiri, AS telah menjatuhkan lebih dari 7000 bom pada orang-orang Afghanistan selama setahun sebelumnya (2018) dengan sebagian besar korbannya adalah warga sipil, terutama wanita dan anak-anak.

Ia melakukan serangan keji terhadap rumah-rumah warga Afghanistan, menjarah barang-barang berharga mereka, menghancurkan gerbang mereka dan kemudian membom rumah-rumah mereka, meruntuhkan klinik mereka, masjid, madrasah, pasar-pasar dan tanah pertanian dan orang-orang Afghanistan menjadi saksi atas pelanggaran hak asasi manusia setiap hari dan kejahatan perang mereka.

Tidak masuk akal dan lucu ketika negara kriminal seperti itu, menunjukkan kepedulian dan kesedihan tentang hak asasi manusia.

Amerika Serikat harus menangkap jenderal kriminalnya sendiri daripada menasihati orang lain tentang menghormati hak asasi manusia. Pendudukan Afghanistan dan penindasan warga Afghanistan selama delapan belas tahun penuh, pembantaian, pemenjaraan dan penyiksaan lebih dari dua juta warga Afghanistan adalah contoh yang membuktikan bahwa Amerika Serikat berada di puncak daftar pelanggar hak asasi manusia.

Komitmen Imarah Islam terhadap Hak-hak Tahanan

Agama Islam yang mulia adalah agama universal yang mencakup segala sesuatu yang memiliki pedoman dan aturan agung yang ditetapkan untuk setiap perbuatan manusia. Bagian penting dari kehidupan manusia adalah fenomena perang. Sebelum kedatangan Islam, umat manusia tidak mengenal etika atau prinsip perang. Kita membaca dalam buku-buku sejarah tentang periode Jahiliyyah (kebodohan) di mana pihak-pihak yang bertikai melakukan semua jenis kekejaman yang tidak dapat dibayangkan dan menganggap pihak yang kalah layak menjadi korban setiap penindasan, kekejaman, penghinaan, dan kebiadaban.

Sejara telah mencatat bahwa agama Islam-lah yang pertama kali mengenalkan kepada dunia tentang aturan dan moral dalam berperang. Nabi Muhammad (saw) bersabda:

“Berjihadlah tetapi jangan mencuri (dari harta rampasan), jangan melakukan pengkhianatan, jangan mencincang, jangan bunuh anak-anak … “ sampai akhir hadits (HR. Muslim)

Prinsip utama Islam dalam perang adalah hak-hak tahanan. Islam memerintahkan perawatan yang baik terhadap tahanan dan semua orang yang terluka dan tidak berdaya, untuk memberi makanan dan air, untuk memberi mereka perawatan medis dan untuk memperlakukan mereka dengan cara yang paling bermurah hati dan sebaik mungkin.

Imarah Islam – mengikuti prinsip-prinsip luhur Islam tersebut – adalah gerakan politik era ini yang memperlakukan tawanan perang dengan cara yang paling berbelas kasih dibandingkan dengan pihak mana pun. Para tentara musuh yang ditahan selama pertempuran sengit diperlakukan secara baik, diberi perawatan medis dan dilayani oleh Mujahidin Imarah Islam sesuai dengan etika Jihad bukannya dibunuh, dihukum atau dijadikan target untuk balas dendam. Penjaga khusus ditugaskan selama pemenjaraan mereka untuk mengurus kebutuhan mereka dan semua ajaran agama yang diperlukan diajarkan sehingga mereka dapat keluar dari kegelapan ketidaktahuan mereka dan sepenuhnya mengikuti cahaya abadi Islam.

Perilaku lain yang berbeda terhadap para tahanan adalah bahwa kepemimpinan Imarah Islam sering memutuskan untuk pembebasan para tawanan perang sebagai isyarat niat baik. beberapa hari yang lalu, Mujahidin Imarah Islam berhasil menahan hampir seratus tentara selama pertempuran di distrik Bala Marghab di provinsi Badghis dan 3 hari kemudian pada tanggal 20 Maret, lima puluh delapan (58) tentara dibebaskan dan dikirim pulang setelah mendapat jaminan. Ini bukan pertama kalinya peristiwa semacam itu terjadi, tetapi ratusan tahanan telah dibebaskan berulang kali sebagai isyarat niat baik selama bertahun-tahun.

Tetapi sangat disayangkan bahwa pihak lain (penjajah asing dan kaki tangan mereka) tidak menghormati aturan perang atau hak-hak tahanan. Ratusan ribu tahanan mendekam di penjara-penjara di seluruh negeri saat ini, kebanyakan dari mereka dipenjara tanpa pengadilan atau bukti kejahatan. Tidak ada hak yang diberikan kepada para tahanan ini dan sebagian besar telah menyelesaikan waktu mereka namun masih dipenjara. Sebagian besar narapidana menjadi sasaran penyiksaan fisik dan psikologis, tetapi baik para penyerbu maupun antek-antek mereka tampaknya tidak menunjukkan belas kasihan sebagai manusia.

Imarah Islam Afghanistan mengundang organisasi-organisasi hak asasi manusia untuk melakukan penyelidikan khusus mengenai hak-hak tahanan di Afghanistan, untuk mengetahui dan membandingkan perlakuan terhadap tahanan dari kedua belah pihak, untuk menyelidiki kasus-kasus ratusan ribu warga Afghanistan yang dipenjara di Bagram, Pul-e-Charkhi dan fasilitas penjara rahasia lainnya. Imarah Islam telah membuktikan komitmennya terhadap hak-hak tahanan, maka kami seruka pada semua fihak (yang terlibat dalam perang di Afghanistan) agar juga memperhatikan dan berkomitmen terhadap hak-hak tahanan mereka.

 

 

Sumber:   alemarahenglish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *