Muslim Turkistan: Kami Bukan Cina!

Muslim Turkistan: Kami Bukan Cina!

Abdul Haq al-Turkistani, pemimpin Partai Islam Turkistan (TIP) yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, telah merilis sebuah pesan baru yang mengecam pendudukan Cina di wilayah yang dikenal sebagai Xinjiang. Pesan al-Turkistani ditujukan kepada pemimpin Taliban, pemimpin Al-Qaeda, serta beberapa ideolog Al-Qaeda terkemuka. Dia meminta mereka untuk menawarkan dukungan ideologis atas masalah di Uyghur.

“Terlalu sedikit yang mengetahui tentang penyegelan media, membungkam mulut-mulut rakyat, dan kebijakan Cina yang tidak tahu malu, di mana seluruh praktek agama Islam diinjak-injak,” kata al-Turkistani.

Pemimpin TIP tersebut menyamakan Uyghur seperti ‘anak-anak yatim’, dan mengatakan bahwa Negara Kriminal Cina telah menjajah Turkistan Timur dan menamainya dengan ‘Xinjiang,’ yang bermakna ‘tanah yang baru’. ‘Kebijakan sederhana’ ini begitu berhasil sehingga meskipun mereka adalah tetangga bagi Muslim Pakistan dan Afghanistan, sangat sedikit yang tahu bahwa ada tanah yang disebut dengan ‘Turkistan Timur’. Dan tidak lazim bagi kaum Muslimin mengetahui tentang bangsa Uyghur, bahkan kaum intelektual menyebut negara kami sebagai Xinjiang, dan merujuk kepada kami sebagai orang Cina.

Baca juga:

Al-Turkistani menyesalkan fakta seperti ini, dengan mengatakan bahwa rakyat Uyghur telah kehilangan sejarah, identitas, dan budaya mereka. Ini sangat ‘menyakitkan hati’, bahwa mereka dianggap sebagai orang Cina. “Tanah Turkistan telah berada di bawah penjajahan Komunis selama seabad penuh,” kata al-Turkistani. Dengan bagian barat ditempati oleh orang-orang kafir Rusia, dan Turkistan Timur diduduki oleh orang-orang kafir Cina. Menurut al-Turkistani, akibat dari hal tersebut adalah hilangnya identitas keislaman warga Uyhgur.

“Kaum Muslimin hari ini tidak mengetahui posisi kami secara geografis,” katanya.

“Kami membenci negara kriminal Cina dan kami tidak menyukai afiliasi kami kepada mereka, kami juga tidak pernah mau diafiliasikan dengan mereka.”

Ia mengeluhkan hal yang lebih jauh, yaitu ketika Muslim di Afghanistan tidak disebut sebagai, “Muslim Amerika,” meskipun AS telah menjajah negara tersebut. Muslim di Palestina juga tidak dipaksa untuk menyebut diri mereka sebagai “Muslim Israel.” Jadi ia merasa heran, kenapa kaum Muslimin di Turkistan Timur harus menyebut diri mereka sebagai “Muslim Cina”, padahal mereka bukanlah orang-orang Cina.

Al-Turkistani mengatakan, “Bagian pentingnya” adalah bahwa mereka semua adalah umat Rasulullah Muhammad ﷺ, dan tidak akan menyerah untuk membentuk kedaulatan Islami di bawah aturan Allah. “Memang, orang-orang Cina bukanlah orang-orang terhormat, dan mereka tidak memiliki kedaulatan atas kita.”

BAca juga:

Kepala TIP tersebut mengatakan bahwa rakyat Uyghur telah ‘dipenjara dan dibunuh, dijajah, dan dipermalukan oleh orang-orang Cina yang hina.” Akibatnya, “Turkistan Timur menjadi hampir-hampir lenyap,” mirip dengan Andalusia yang pernah berada di bawah kendali kaum Muslimin.

Ditujukan kepada pemimpin Taliban, dan tokoh-tokoh al-Qaeda

Abdul Haq al-Turkistani menyerukan, “Kepada Anda semua untuk mengartikulasikan dalam doa-doa Anda, ceramah-ceramah Anda, dan pesan-pesan Anda terhadap apa yang telah terjadi di Turkistan,” terkait tentang “Ketidak adilan dan persekusi yang dilakukan oleh Komunis Cina.” Ini permohonan yang agak mengherankan karena orang-orang yang menjadi tujuan permohonan tersebut sudah berada di kamp-kamp TIP, dan mereka sudah mendukung perjuangannya. Oleh karena itu, beberapa orang menafsirkan pesan al-Turkistani sebagai permohonan untuk dukungan retoris tambahan, karena ia pikir penawaran saat ini dari sekutu terdekatnya masih belum cukup.

Melalui pesan al-Turkistani, gambar-gambar dari tokoh-tokoh berikut muncul; Haibatullah Akhunzada (pemimpin tertinggi Taliban), Ayman al-Zawahiri (pemimpin al-Qaeda), Abu Qatadah al-Filistini, Hani as-Siba’i, Abu Muhammad al-Maqdisi, Abdullah al-Muhaysini, Eyad Qunaibi, Abdul Razzaq al-Mahdi, Tariq Abdul Haleem, Syaikh Abu al-Fath al-Farghali, dan Sami al-Uraydi.

Tidak mengherankan bahwa al-Turkistani menganggap Akhunzada dan Zawahiri sebagai salah satu ulama terpenting milik umat Islam. TIP telah setia pada poros dan sumbu dari Taliban-al-Qaeda selama bertahun-tahun.

Abdul Haq al-Turkistani adalah orang yang ditunjuk oleh AS dan PBB sebagai ‘teroris’ dan merupakan anggota syura elit al-Qaeda pada tahun 2005, menurut Departemen Keuangan AS. Dia memiliki banyak ikatan lainnya dengan al-Qaeda.

Baca juga:

Pendahulu al-Turkistani sebagai kepala TIP (juga dikenal sebagai Pergerakan Islam Turkistan Timur, atau ETIM), merupakan Mujahid lain yang terkait dengan al-Qaeda bernama Hassan Mahsum, yang terbunuh di Pakistan pada 2003. Dalam sebuah episode tentang perjuangan serial keislaman di musim semi, Ayman al-Zawahiri memuji Mahsum karena janji setianya kepada Taliban.

Baru-baru ini, Abdul Haq al-Turkistani secara terbuka loyal kepada Taliban dan al-Qaeda. Dalam pesan sebelumnya yang dirilis pada tahun 2016, al-Turkistani mengkritik orang-orang yang berbagung dengan kekhilafahan IS. Al-Turkistani sendiri menyatakan kesetiannya kepada Taliban dan al-Qaeda dengan sangat jelas. Gambar-gambar yang menyertai pesannya pada tahun 2016 mencakup beberapa personil al-Qaeda, termasuk al-Zawahiri.

Beberapa individu lain yang ditampilkan dalam seluruh pesan terbaru al-Turkistani, minimal adalah para ideolog yang pro-al-Qaeda.

Selain itu, Abu al-Fattah al-Farghali (orang Mesir) adalah seorang ulama senior di Hay’at Tahrir al-Sham (HTS), sebuah kelompok Jihad di Suriah yang bersekutu erat dengan cabang TIP di negara tersebut.

 

Sumber: Longwarjournal

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *