Nasihat Emas Syaikh Muhaisini Tentang Indikasi Baiknya Sebuah Jamaah

Jika kalian ingin mengetahui suatu jama’ah / organisasi ataupun individu yang lebih dekat kepada sunnah, maka jangan sampai kalian tertipu oleh indahnya perkataan mereka, tetapi lihatlah kepada akhlak perbuatan mereka. Terutama sikap mereka terhadap orang-orang yang menasehati mereka tentang aib-aib mereka dan kesalahan-kesalahan mereka, agar mereka menjadi lebih baik…

Oleh karena itu, para Salaf pernah berkata:

رحم الله من أهدى إلينا عيوبنا

“Semoga Allah merahmati orang-orang yang menunjukkan kesalahan-kesalahan kita kepada kita.”

Bahkan ketika Nabi Shalih ‘alaihissalam telah meyakini bahwa kaumnya tidak menyukai orang-orang yang menasehati mereka, beliau memutuskan untuk meninggalkan mereka, karena adzab akan menimpa mereka.

Allah ﷻ berfirman:

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَٰكِنْ لَا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ

Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat”. (Al-A’raf: 79).

Baca juga:

Dan di antara sifat fanatisme golongan yang paling berbahaya adalah, ketika seorang yang sudah fanatik kepada golongannya diberi nasehat, ia tidak melihat kepada kebenaran dalam nasehat tersebut, tetapi ia mencari alasan supaya kelompoknya terbebas dari kekurangan tersebut. Bahkan ia juga mencari cara supaya bisa menyerang balik si pemberi nasehat tersebut.

Wallahu A’lam bis Shawab

Source: Telegram Syaikh Abdullah al-Muhaisini

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *