Dr. Sami Al-Uraidi: Umat Islam Wajib Bantu Muslim Uyghur dari Kejahatan Komunis China

Seorang ulama’ kelahiran Yordania, Syaikh Dr. Sami al-Uraidi menyampaikan pendapat beliau mengenai pesan dari Partai Islam Turkistan yang meminta bantuan kepada kaum Muslimin terkait musibah yang sedang menimpa Muslim Uyghur / Turkistan Timur.

Pesan beliau tersebut ditujukan kepada seluruh kaum Muslimin secara umum, yaitu berupa anjuran untuk membantu kaum Muslimin Uyghur.

Berikut pernyataan beliau:

Saya telah mendengarkan pidato Syaikh Mujahid Abdul Haq al-Turkistani, Pimpinan Umum Partai Islam Turkistan (TIP) yang berjudul, “Ila Ulama’ al-Ummah al-Islamiyyah” (Kepada para ulama’ umat Islam). Dan saya melihat bahwa pidato tersebut merupakan kata-kata yang keluar dari jiwa orang yang sangat terzhalimi, yang meminta tolong kepada umat Islam secara umum, dan ulama’ secara khusus, untuk menunaikan kewajiban mereka sebagai umat Islam, yaitu menolong para saudara kita di Turkistan Timur.

Baca juga:

Di mana mereka telah dijajah oleh para Komunis Cina, yang berkeinginan untuk melenyapkan identitas keislaman mereka, menghasut umat Islam atas agama mereka, dan memaksa umat Islam di Turkistan Timur untuk meninggalkan syiar-syiar Islam dan hukum-hukumnya. Para Komunis Cina juga menjarah kekayaan alam negeri tersebut dan sumber dayanya.

Kewajiban umat Islam adalah berusaha untuk membebaskan negeri tersebut dari kekejian para Komunis, sebagaimana Afghanistan telah dibebaskan dari kekejian Komunis beberapa dekade lalu.

Ini merupakan suatu kasus yang menjadikan Jihad harus disetujui oleh para ulama. Syaikh Abdullah Azzam -rahimahullah- dalam kitab ‘Ad-Difa’ an Aradhi al-Muslimin’ (Membela Negeri-Negeri Kaum Muslimin) menyampaikan:

“Masuknya orang-orang kafir ke negeri-negeri kaum Muslimin: Dalam kondisi seperti ini, para ulama’ Salaf dan Khalaf, para Fuqaha’ empat madzhab, para ahli Hadits, dan para ahli Tafsir pada setiap masa, telah sepakat bahwa dalam situasi seperti ini, maka Jihad menjadi wajib (Fardhu Ain) di dalam negeri-negeri kaum Muslimin yang dijajah oleh orang-orang kafir, dan di negeri-negeri sekitarnya. Anak-anak boleh keluar (untuk berjihad) tanpa izin dari kedua orangtuanya, istri boleh berjihad tanpa izin dari suaminya, dan seorang yang berhutang boleh berjihad tanpa izin dari penghutangnya. Jika penduduk negeri yang dijajah tersebut tidak cukup (kekuatannya), atau tidak mampu, atau lambat untuk berjihad, maka kewajiban fardhu ain tersebut meluas ke negeri-negeri terdekat. Dan jika masih belum cukup, maka negeri sebelahnya lagi, sebelahnya lagi, sampai kewajiban fardhu ain tersebut menjangkau seluruh muka bumi.

Baca juga:

Maka merupakan kewajiban bagi seluruh kaum Muslimin dan kelompok-kelompok umat Islam untuk menolong para keluarga kita di Turkistan Timur sesuai dengan kemampuan dan ruang lingkup mereka. Ini adalah kewajiban (fardhu ain) yang paling penting, terutama setelah kita melihat kekejian dan kekejaman orang-orang Komunis terhadap keluarga kita. Kekejian dan kekejaman mereka berupa fitnah terhadap agama Islam dan pemaksaan terhadap kaum Muslimin di Turkistan Timur untuk menghinakan, bahkan meninggalkan agama Islam.

Maka merupakan kewajiban bagi para ulama’ dan para da’i untuk memimpin umat Islam dan mendorong mereka untuk menolong kaum Muslimin yang terzhalimi di Turkistan Timur, maupun di negeri-negeri lainnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. (رواه البخاري ومسلم)

Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya. Jangan mendhaliminya dan jangan memasrahkannya. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantunya. Dan barangsiapa yang memberikan jalan keluar dari kesulitan saudaranya, maka Allah akan memberikan jalan keluar bagi kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan tutupi aibnya pada hari kiamat. (HR. Bukhari Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالَ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ

Dari Anas –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Tolonglah saudaramu, baik ia dalam keadaan dzhalim atau terdzhalimi. Para Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, kami memahami jika orang terdzhalimi, seharusnya kami tolong. Bagaimana kami menolong orang yang dzhalim? Nabi bersabda: Engkau pegang tangannya (agar ia tidak jadi atau melanjutkan kedzhalimannya, pent)(HR. Bukhari)

Kami telah berhubungan dengan saudara-saudara di Turkistan dan Partai Islam Turkistan, dan kami telah melihat dalam diri mereka; kebaikan, perbaikan, keinginan untuk menolong agama ini, ghirah (kecemburuan / kemarahan) atas kehormatan kaum Muslimin (yang diinjak-injak), dan keberanian untuk melawan. Kami juga melihat dalam diri mereka; para pemimpin, para pembuat kebijakan, dan para kader yang bijaksana.

Dan kami mengajak mereka untuk bertawakal kepada Allah ﷻ, meminta pertolongan kepada-Nya, dan memohon bantuan-Nya. Juga agar mereka merapatkan barisan, saling bermsyawarah, agar mereka mengedepankan para ahli hikmah dan para pemberani, dan agar mereka mempersiapkan diri untuk menegakkan kewajiban yang agung ini.

Para Komunis itu tidak memiliki kesabaran untuk memerangi kalian, adapun kalian dan kaum Muslimin merupakan orang-orang yang akan berperang, berjihad, meraih kemenangan, atau mati syahid. Insya Allah.

 

Dr. Sami al-Uraidi

Rajab 1440 H

 

Sumber:   Bayaan

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *