Pernyataan Resmi JNIM Terkait Pembantaian 200 Muslimin di Mali

Pernyataan Resmi JNIM Terkait Pembantaian Ogossagou Terhadap Rakyat Fulani

Segala puji bagi Allah, yang berfirman:

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ (39) الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (40)

Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (39) (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (40) (Surat Al Hajj 22 : 39-40).

Shalawat dan salam kepada beliau yang telah diutus ke dunia ini dengan kebenaran kepada seluruh umat manusia, sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan. Beliau Rasulullah Muhammad ﷺ yang bersabda:

” الْمُسْلِمُونَ كَرَجُلٍ وَاحِدٍ إِنِ اشْتَكَى عَيْنُهُ اشْتَكَى كُلُّهُ ، وَإِنِ اشْتَكَى رَأْسُهُ اشْتَكَى كُلُّهُ ”

Umat Islam Islam umpama satu batang tubuh manusia, apabila sakit matanya, maka sakitlah seluruh tubuhnya, apabila sakit kepalanya, maka sakitlah seluruh tubuhnya. (H.R. Muslim)

Hanya beberapa hari setelah pembantaian di dua Masjid di Selandia Baru, seluruh dunia dikagetkan lagi oleh pembantaian terhadap Muslim lainnya, dan itu lebih sadis dan kejam. Korban di kedua kejadian tersebut, sayangnya, adalah Muslim yang lemah dan tertindas. Milis Donzo kafir melakukan pembantaian yang kejam terhadap saudara-saudari Muslim kita di suku Fulan, di desa Ogossagou dan Welingara, di dekat kota Bankass (Mopti-Mali), pada hari Sabtu, 16 Rajab 1440 H / 23 Maret 2019 M.

Baca juga:

Akibat dari serangan kejam ini adalah syahidnya 200 orang, kita berdoa kepada Allah agar menerima mereka sebagai Syuhada’ dan memberikan kesabaran bagi para keluarga mereka. Kejahatan yang sangat kejam ini berlangsung selama berjam-jam, dan milisi yang kejam tersebut melakukan banyak jenis kejahatan terhadap orang tua, ibu menysusui, bayi, dan wanita, termasuk yang tengah hamil. Mereka dibunuh dan dibakar hidup-hidup. Pasukan dari pemerintah resmi Bamako tiba 12 jam kemudian, dan para penyerang Donzo telah berhasil mundur tanpa ada masalah sama sekali.

Tindakan keji ini merupakan tindakan yang paling kejam sejak Perang Salib Perancis dimulai melawan Mali, di mana kekejaman ini terjadi selama kunjungan delegasi yang disebut “Dewan Keamanan” untuk memperluas kehadiran pasukan penjajah asing di negara tersebut di tengah-tengah diamnya pasukan Perancis dan keterlibatan mereka dengan para milisi kriminal tersebut.

Kebencian pasukan Perancis terhadap saudara-saudari Fulani kita maupun terhadap desa-desa Muslim lainnya yang berperang melawan penjajahan Perancis sejak pertama kali menjajah negara Mali sekitar dua abad lalu, dan masih memerangi mereka hingga sekarang, telah mengakar dalam sejarah. Muslim di Afrika pada umumnya dan di Sahel dan Sahara pada khususnya, tidak bisa melupakan kejahatan pasukan Perancis dan apa yang telah mereka lakukan terhadap orang-orang di Mali, berupa pembunuhan, penyiksaan, pengusiran, dan perbudakan untuk dijual ke Amerika dan negara-negara lain selama berabad-abad.

Baca juga:

Sementara orang-orang Perancis suka berbicara tentang Hak Asasi Manusia dan mengklaim slogan republik mereka adalah “Kebebasan, Kesetaraan, Persaudaraan”, namun mereka sendiri lah yang menyangkal dan mencegah rakyat Muslim di wilayah jajahan mereka untuk merasakan kehidupan yang merdeka di bawah Syari’at Islam di negeri-negeri kaum Muslimin itu sendiri.

Pasukan Perancis masih mengganggu urusan kaum Muslimin, membuat hidup mereka sengsara dan menjarah sumber daya mereka melalui jaringan “Perancis-Afrique”, spionase, kudeta, dan perusahaan penjarah lintas benua, seperti Total dan Ariva. Sampai-sampai bahkan Italia yang tidak kalah kriminalnya dari tetangganya, Perancis, merasa jengkel dan megnecam penjarahan besar-besaran Perancis atas sumber-sumber bekas jajahan mereka. seperti kata pepatah, “Ketika para pencuri saling berselisih, barang curian akan menampakkan dirinya”.

Perancis, yang suka berbicara mengenai kesetaraan, di saat yang sama mereka mencegah orang dari hidup secara setara di bawah pemerintahan Islam yang sempurna; di mana tidak ada perbedaan antara orang Arab dan orang asing, kulit putih dan kulit hitam, kecuali hanya dalam kadar ketakwaan.

Baca juga:

Perancis, yang suka berbicara mengenai persaudaraan, di saat yang sama mereka meningkatkan sikap fanatisme kesukuan dan regionalism di antara desa-desa dan rakyat-rakyat di wilayah tersebut (Mali) untuk saling berperang dan tidak mengarahkan senjata mereka kepada para penjajah, sehingga hal tersebut menjadikan pasukan Perancis menghisap darah mereka dan menjarah sumber daya mereka.

 

Jadi, kebencian pasukan Perancis terhadap rakyat Fulani atau suku lain di wilayah Mali, bukanlah kebencian yang baru saja lahir. Bahkan, hal tersebut dikembalikan kepada sejarah berabad-abad lalu, ketika suku-suku tersebut bangkit melawan penjajahan Perancis. Segera setelah pasukan sekuler lama menjejakkan kaki mereka di tanah Mali pada tahun 2013, rakyat Fulani merespon seruan Allah dan Rasulullah ﷺ untuk berperang melawan para penjajah kafir. Allah ﷻ berfirman:

وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Dan, perangilah perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwa Allah berserta orang-orang yang bertaqwa. (At-Taubah 9 : 36).

Rakyat Fulani telah memberikan contoh terbaik tentang pengorbanan dan perlombaan untuk mati syahid di jalan Allah ﷻ, dan bergabung dalam kelompok-kelompok untuk memerangi pasukan penjajah Perancis dan sekutu tentara salib mereka, juga para agen-agen murtad yang bekerja sama dengan mereka.

Keterlibatan Perancis dengan milisi Donzo yang kafir, maupun dengan milisi dan gerakan yang lain yang melayani kepentingan mereka, bukanlah rahasia bagi siapapun. Kejahatan mereka terhadap rakyat di wilayah-wilayah jajahan mereka kemudian bertemu, sayangnya, dengan keheningan kaum Muslimin, yang menyebabkan umat Islam menjadi bingung.

Kejadian seperti ini didukung oleh para penjajah al-Zayd dan al-Saud pada khususnya, dan para tiran Arab dan asing lainnya yang suka menjadi belati beracun di belakang kaum Muslimin itu sendiri, bahkan mereka berdiri sejalan dengan para penjajah untuk melawan negeri mereka (kaum Muslimin) dan umat mereka sendiri (umat Islam).

Serangan di Ogossagou bukanlah catatan kriminalitas pertama yang dilakukan oleh milisi kriminal ini. Pasukan penjajah Perancis dan agen-agen mereka di Bamako menutup mata atas kejadian itu. Mereka mengandalkan para milisi tersebut untuk menakut-nakuti rakyat dan menjauhkan mereka dari Jihad, dan agar rakyat tidak berpihak kepada Jamaah Nusratul Islam wal Muslimin (JNIM), yang berupaya dengan segala cara untuk mengakhiri penjajahan Perancis di Mali, dan berupaya untuk menegakkan aturan Syariah. Di mana Syariah akan menerapkan keadilan, kedamaian, menghukum para penjajah, dan mendukung orang-orang yang tertindas dan terzhalimi.

Serangan keji ini bukanlah insiden yang terisolasi karena beberapa orang telah menyebarkannya. Sebaliknya, ini adalah kebijakan sistemik yang dipraktekkan oleh Perancis pada khususnya, di mana mereka bertanggung jawab atas hal itu. Kami mengarahkan jari kami untuk menyalahkan pasukan Perancis.

Jika penyelidikan sungguh-sungguh dilakukan terhadap kejahatan-kejahatan ini, maka akan terbukti pasukan Perancis melakukan kejahatan perang di mana Macron yang kejam terlibat dengan para milisi pembantai tersebut. Mereka merasa semakin kehilangan kekuasaan di Mali, bersamaan dengan meningkatnya kekuatan Mujahidin JNIM, sehingga mereka menggunakan metode keji ini untuk menghasut milisi tersebut agar mereka menyerang orang-orang yang tidak bersalah dan tidak bersenjata.

Kesimpulannya, kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para syuhada’ tersebut. Kami meminta Allah agar selalu menguatkan mereka dan memberikan kesabaran kepada mereka terkait tragedy ini. Kami menyerukan kepada saudara-saudari Fulani kami untuk melanjutkan jihad mereka bersama JNIM.

Peristiwa dan kejadian ini telah membuktikan bahwa saudara Mujahidin kalian merupakan katup pengaman bagi kalian; mereka mengorbankan diri mereka untuk meindungi kalian, melindungi iman kalian, melindungi darah kalian, melindungi kehormatan kalian, dan melindungi harta kalian. Serangan Dioura masih segar dalam ingatan kalian, dan itu merupakan bentuk respon terhadap pembantaian puluhan orang Fulani. Serangan Ogossagou juga tidak akan berlalu tanpa ada balasan (dari Mujahidin), dengan izin Allah, Insya Allah.

Kami mengatakan kepada pasukan salib Perancis dan pemerintahan boneka Bamako dan milisi-milisi mereka, baik milisi yang disebut sebagai ‘pasukan pemerintah’ atau milisi yang serupa dengan tentara atau gendarmerie, atau milisi Donzo, atau milisi lainnya; bahwa serangan kalian terhadap umat Islam dan rakyat Fulani, maupun rakyat lainnya yang tertindas, tidak akan berlalu begitu saja tanpa ada balasan. Dan pembantaian seperti itu akan membuka pintu perapian yang akan membakar kalian di manapun kalian berada, dengan izin Allah. Allah ﷻ telah menjanjikan kemenangan umat Islam atas kalian. Allah ﷻ berfirman:

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (At-Taubah 9 : 14).

Shalawat dan salam kita curahkan kepada Rasulullah Muhammad ﷺ, keluarganya, dan para sahabatnya. Doa terakhir kami adalah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

Yayasan Az-Zallaqa

Jamaah Nusratul Islam wal Muslimin (JNIM)

24 Rajab 1440 H / 31 Maret 2019 M.

 

 

Sumber:   Justpaste

 

Tags:,
No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *