Kontra-Terorisme dari Zaman Nixon hingga Trump

Kontra-Terorisme dari Zaman Nixon ke Trump

Buku US Counterterrorism meneliti tentang “perang AS melawan terorisme modern,” dari pemerintahan Nixon hingga tahun pertama pemerintahan Trump. Buku yang ditulis oleh dua mantan pejabat kontraterorisme Departemen Luar Negeri ini memberikan tinjauan tentang evolusi yang semakin cepat dari ancaman dan penanggulangan teror yang berubah karena dampak teknologi, seperti internet dan drone bersenjata.

Ini termasuk evolusi ancaman terorisme dari kelompok sekuler dengan tujuan yang relatif sempit, kepada mereka yang memiliki motif agama fundamentalis seperti Al Qaeda dan ISIS.

Buku ini menjelaskan perubahan kebijakan dan tanggapan AS setelah 9/11, termasuk deklarasi pemerintahan Bush tentang Perang Global melawan Terorisme. Para penulis membahas tantangan yang dihadapi pemerintahan Trump dan juga menjelaskan rujukan hukumnya. Buku ini termasuk daftar bagian yang cukup besar, dengan tautan, pernyataan kebijakan kontraterorisme utama pemerintah AS, pidato dan kesaksian.

Amerika Serikat dan sekutunya telah memerangi terorisme dalam berbagai bentuk selama beberapa decade. Pemilihan presiden dianggap sebagai waktu yang tepat untuk meninjau keseluruhan evolusi dari ancaman dan tanggapan yang diberikan.

Enam tahun lalu, pada 2011, CRC Press menerbitkan buku dari penulis tentang terorisme dan respons pemerintah AS, berjudul U.S. Government Counterterrorism: A Guide to Who Does What. Buku ini adalah deskripsi umum pertama yang bersifat publik dari banyak program dan lembaga AS yang terlibat dalam upaya kontraterorisme.

Pada tahun-tahun berikutnya, kebijakan strategis secara keseluruhan dan sebagian besar program tidak berubah secara signifikan, tetapi program dan anggaran khusus telah berkembang dari segi skala dan ruang lingkup dalam menanggapi tantangan yang semakin meluas dan ancaman terhadap Amerika Serikat dan sekutunya. Ini telah terjadi secara bertahap di beberapa regional dan juga dengan cepat di tempat lain, terutama di ranah teknologi.

Apa yang telah berubah secara drastis adalah teknologi. Drone, Internet, dan ancaman dunia maya adalah contoh utama. Pemerintah Amerika Serikat memimpin dalam pengembangan dan penggunaan teknologi ini, tetapi teknologi yang semakin canggih, khususnya Internet, telah dan sedang digunakan secara efektif oleh kelompok-kelompok yang dianggap sebagai teroris dan pemberontak.

Saat keseluruhan strategi tidak mengalami perubahan, ada penataan ulang program yang signifikan dan beberapa perubahan dalam skala dan ruang lingkup. Ketertarikan pada deradikalisasi dan upaya pencegahan, misalnya, telah menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam program-program Penanggulangan Kekerasan Ekstremisme (Countering Violent Extremism/CVE) di Amerika Serikat dan juga di negara-negara lain, terutama karena ancaman individu, yang sering disebut lonewolf (serigala tunggal), yang teradikalisasi dan melakukan serangan di negara tempat mereka tinggal.

Pada bulan Januari 2017, seorang presiden baru dan pemerintahan baru di AS dilantik setelah kampanye pemilihan umum di mana kandidat Donald Trump menyatakan pandangan tentang terorisme yang sangat berbeda dari Obama, Bush, dan pemerintahan sebelumnya. Karenanya, ada anggapan bahwa permulaan administrasi ini menawarkan kesempatan untuk melakukan inventarisasi: meninjau perkembangan, baik yang terkait dengan tantangan teroris maupun dalam respons pemerintah AS. Buku ini, oleh karena itu, merupakan upaya untuk menggambarkan situasi dan konteks kontraterorisme pada awal pemerintahan Trump.

Oleh karena itu, sebagian besar buku diambil dengan ulasan tentang “perang melawan terorisme modern,” dimulai pada pemerintahan Nixon dan membawanya ke akhir pemerintahan Obama. Penuis mulai buku ini dengan ikhtisar masalah, termasuk evolusi dalam kebijakan dan program saat masing-masing pemerintahan menghadapi tantangan teroris yang berubah, dan tinjauan kronologis dari perubahan dan karakter yang berkembang dari tantangan teroris, kebijakan, respons, dan program AS selama periode ini.

Tema penting yang diulas oleh penulis adalah dampak teknologi, seperti Internet. Diskusi mengenai hal tersebut meliputi evolusi ancaman terorisme dari kelompok-kelompok, sebagian besar dari mereka sekuler dengan tujuan yang relatif sempit, dengan kelompok seperti IS, yang memiliki tujuan religius yang lebih luas, termasuk memulihkan kekhalifahan Islam. Ini termasuk masalah pendanaan terorisme, jejaring yang terorganisir, dan kewaspadaan terhadap senjata pemusnah massal.

Dipasangkan dengan peninjauan tentang ancaman, penulis memasukkan peninjauan kronologis dari kebijakan kontraterorisme yang berkembang dari Pemerintah AS, dengan fokus khusus pada pemerintahan Bush, dan peninjauan strategis lengkapnya setelah serangan 9/11, deklarasi Global War on Terrorism, dimulainya perang di Afghanistan dan Irak, dan perluasan program Counter Terrorism, baik domestik maupun asing.

Setelah itu, penulis membahas pemerintahan Obama dan bagaimana pemerintahan Obama melanjutkan dan memodifikasi kebijakan dan program pemerintahan sebelumnya dalam menghadapi dunia teknologi yang berubah dengan cepat. Kami juga memasukkan, bagi mereka yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut atau melihat teks asli, daftar lengkap dokumen kunci, pidato, dan kesaksian tentang masalah kontraterorisme.

Semua ini dimaksudkan untuk menempatkan dalam konteks tantangan strategis yang dihadapi administrasi Trump. Tantangan ini akan mencakup program-program khusus dan anggaran mereka dan oleh karenanya serangkaian keputusan apakah akan melanjutkan, memodifikasi, membatalkan, atau menggantikannya.

Namun, penentuan kebijakan pertama dan paling mendasar bersifat strategis: apa sifat ancamannya? Reaksi Presiden Bush setelah 9/11 adalah memandang terorisme sebagai ancaman eksistensial bagi Amerika Serikat dan untuk meluncurkan “Perang Melawan Teror,” meskipun menjelang akhir pemerintahannya ia mengurangi interpretasi ini. Presiden Obama melanjutkan pandangan yang lebih sederhana ini, yang mencerminkan penilaiannya bahwa terorisme adalah ancaman “serius” tetapi tidak eksistensial.

Pertama-tama, pemerintahan Trump, seperti para pendahulunya, harus membuat penilaian strategis dasar tentang sifat terorisme dan implikasinya. Ini akan memiliki konsekuensi dasar untuk kebijakan dan program CT serta sumber daya anggaran dan efek potensial pada keseluruhan “kebijakan luar negeri”. Pada saat 100 hari pertama pemerintahan Trump, semakin jelas bahwa setidaknya secara retorik Presiden Trump melihat terorisme Timur Tengah sebagai ancaman eksistensial terhadap Amerika Serikat.

Apa arti hal ini secara programatik masih belum jelas, meskipun Presiden Trump mengesahkan tindakan militer yang lebih agresif dan kunjungan pertamanya ke luar negeri disorot oleh kunjungan ke Arab Saudi di mana ia pada dasarnya menyerukan aliansi negara Islam untuk memerangi terorisme. Agaknya rincian spesifik akan mengikuti.

Para penulis berharap bahwa buku ini akan membantu pembaca — dan mungkin bahkan bagi pemerintah — untuk melihat keseluruhan gambaran yang utuh. Terorisme sekarang menjadi prioritas utama dalam daftar keamanan setiap pemerintahan, terutama dengan serangan selama 2017 terhadap Inggris, Prancis, Jerman, dan negara-negara lain serta oleh para teroris “yang tumbuh di tanah air” di Amerika Serikat. Masa lalu sering menjadi prolog dan dunia memiliki hampir 60 tahun pengalaman dengan terorisme modern, jadi tidak ada pemerintah yang memulai dari nol. Oleh karena itu, buku ini adalah rapor sementara, dengan tanggal ujian akhir belum ditentukan.

Judul Buku: U.S. Counterterrorism : from Nixon to Trump : key challenges, issues, and responses

Penulis: Michael B. Kraft, Edward Marks

Penerbit: CRC Press

Tahun Terbit: 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *