Luncurkan Operasi Al-Fath, Taliban Makin Ofensif

Taliban mengumumkan dimulainya operasi ofensifnya untuk tahun 2019. Operasi tersebut disebut ‘Operasi Jihad al-Fath’. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Taliban tidak memprioritaskan serangan kepada pasukan AS maupun NATO, tetapi Taliban lebih mengarahkan bidikannya kepada pasukan Afghanistan, baik militernya maupun polisinya. Taliban menilai militer rezim merupakan penjaga penjajahan dan kaki tangan Amerika.

Pernyataan tersebut merupakan indikasi bahwa Taliban tidak akan berbagi kekuasaan dengan pemerintah Afghanistan, tetapi berusaha untuk menguasai negara tersebut.

Operasi ofensif tahun ini, al-Fath yang bermakna kemenangan, menunjukkan bahwa Taliban percaya mereka akan segera menang dalam perang selama 18 tahun melawan NATO dan pasukan Afghanistan yang didukung oleh AS. Pemerintah AS sendiri telah mengisyaratkan keinginannya untuk membuat kesepakatan damai dengan Taliban dan sedang berusaha untuk menegosiasikan penarikan mundur pasukannya, meskipun ada penentangan dari pihak pemerintah Afghanistan.

Baca juga:

Dalam pengumumannya tentang dimulainya Operasi Jihad al-Fath, Taliban memberi sinyal bahwa, sementara ini pasukan AS dan NATO sedang memperluas penjajahan mereka dan menentang sistem Islam, namun pasukan asing bukanlah prioritas utama Taliban. Tidak seperti operasi-operasi ofensif sebelumnya, di mana Taliban menargetkan pasukan AS dan NATO sebagai target utama, saat ini Taliban memfokuskan serangannya kepada pasukan kemanan dan pasukan Afghanistan.

“Bagian penting dari Operasi al-Fath adalah melucuti warga negara yang bertugas di jajaran militer tentara, polisi, dan milisi yang digunakan oleh penjajah asing untuk kepentingan mereka sendiri.” Kata Taliban. Taliban akan memprioritaskan diri untuk menghindari korban sipil.

Operasi tahun ini sangat kontras dengan operasi tahun lalu (Operasi Jihad al-Khandaq) yang menargetkan pasukan AS sebaga ‘target utama’.

“Target utama operasi tersebut (al-Khandaq) adalah pasukan penjajah Amerika dan agen intelijen mereka. Pendukung internal mereka akan menjadi target kedua. Sedangkan plot-plot nakal (saat ini ataupun di masa yang akan datang), yang membuat kerusakan, akan digertak sejak awal.”

 

Taliban akan berantas mafia dan korupsi di tubuh pemerintahan

Dalam pernyataan tahun ini, Taliban mengatakan bahwa, ‘memberantas penjajahan, membersihkan tanah umat Islam dari penjajahan dan korupsi, dan membentuk sistem Islam’ juga merupakan tujuan Operasi al-Fath. Tetapi bukan prioritas terbesar mereka.

Taliban mengatakan bahwa mereka sedang berusaha untuk membentuk kembali ‘sistem pemerintahan Islam’ sebanyak lima kali dalam pernyataan mereka tersebut. Mereka juga menyebut diri mereka sebagai ‘Imarah Islam’ sebanyak empat kali. Imarah Islam merupakan nama dari pemerintahan Taliban yang memerintah Afghanistan pada tahun 1996 hingga tahun 2001.

Ini menunjukkan bahwa Taliban memiliki tujuan untuk mengambil alih kembali kontrol penuh atas Afghanistan setelah pasukan AS dan NATO pergi. Mereka juga akan menerapkan Syari’at atau hukum Islam pada rakyat Afghanistan. Taliban mencatat bahwa pasukan AS dan NATO hanya menghalangi mereka untuk menerapkan sistem Islam secara utuh.

Baca juga:

Begitu pasukan AS dan NATO pergi, hambatan untuk menegakkan syari’at Islam telah hilang. Para pejabat AS, yang dipimpin oleh Zalmay Khalilzad telah mengindikasikan bahwa Taliban bersedia untuk berpartisipasi dalam pemerintahan koalisi, namun Taliban secara eksplisit menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukannya. Pernyataan hari ini merupakan konfirmasi lebih lanjut tentang fakta ini.

Tujuan lain dari Operasi Jihad al-Fath adalah, “wilayah besar, termasuk kota-kota dan pusat-pusat akan dibersihkan dari kehadiran musuh.” Taliban perlahan-lahan meingkatkan pengaruhnya di seluruh Afghanistan, dengan lebih dari 60 persen distrik-distrik di Afghanistan telah dikendalikan atau masih diperebutkan oleh Taliban.

Taliban juga menyebut pemerintah Afghanistan sebagai ‘tentara bayaran domestik,’ ‘pemerintahan Kabul,’ ‘jajaran kepalsuan,’ dan ‘anggota kejahatan’.

 

 

Sumber: Longwarjournal

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *