Taliban Kunci Mati Kunduz Afghanistan Utara

Delapan orang pasukan terbunuh dan ratusan lainnya melarikan diri ketika Taliban bergerak menuju Kunduz

Di tahun 2015, masyarakat terkejut saat kota Kunduz jatuh ke tangan Taliban. Sejak saat itu Kunduz telah berulang kali diperebutkan. Pemerintah Afghanistan berusaha mati-matian menjaga kota vital vital yang strategis tersebut di bawah kendali mereka agar tidak jatuh ke tangan Taliban.

Akhir pekan ini, pertempuran memperebutkan Kunduz dimulai lagi. Pasukan Taliban melakukan serangkaian serangan dari berbagai front di daerah tersebut. Kunduz seolah terkepung, terkunci bersama dengan serangan masif tersebut.

Naeem Mangal, kepala rumah sakit regional Kunduz, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya delapan orang tewas dan 62 lainnya cedera.

Juga pada hari Sabtu, Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap markas militer di distrik provinsi Nangarhar timur pada Jumat malam.

Setidaknya dua tentara Afghanistan tewas dalam insiden itu, bersama dengan 27 pejuang Taliban, menurut Attahullah Khogyani, juru bicara gubernur.

Gubernur Nangarhar Shahmahmood Miakhel mengatakan pasukan Afghanistan memukul mundur serangan itu setelah bala bantuan tiba.

Serangan musim semi

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Taliban mengumumkan dimulainya Operasi Fath, nama yang diberikan kelompok itu untuk ofensif musim semi tahun ini.

Juga pada hari Jumat, Taliban menyerang konvoi polisi di provinsi Ghor barat, menewaskan tujuh pasukan keamanan, menurut Abdul Hai Khateby, juru bicara gubernur provinsi.

Di antara mereka yang tewas adalah Faqir Ahmad Noori, kepala operasi untuk polisi provinsi. Dua polisi dan seorang warga sipil terluka, kata Khateby.

Di provinsi utara Baghlan, Taliban menewaskan tujuh polisi dan melukai delapan lainnya dalam serangan terhadap pos-pos pemeriksaan Jumat malam, kata Safder Mohsini, kepala dewan provinsi.

Kantor Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada hari Sabtu mengutuk pengumuman Operasi Fath yang digulirkan Taliban.

Serangan Terus Berlanjut

Taliban mengklaim jumlah korban jauh lebih tinggi daripada yang diakui para pejabat. Sernagan seperti ini tidak biasa, tetapi bagaimanapun, serangan terus berlanjut dan pemerintah Afghanistan kemungkinan harus menambah bala bantuan untuk menjaga agar kota tidak jatuh lagi.

Terletak di ujung utara Afghanistan, Kunduz adalah salah satu kota yang dianggap paling aman di luar pengaruh Taliban.

Serangan di Kunduz bukan lagi kasus baru, di mana pun di Afghanistan, Taliban terus mendapatkan kemenangan besar. Merebut kembali kota besar ini akan menjadi kesempatan lain untuk menggarisbawahi betapa buruknya perang yang sedang terjadi.

 

Sumber:  antiwar, aljazeera

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *