Jenderal Rusia: Kami Tak Ingin Rezim Suriah Runtuh

Medan jihad Suriah termasuk medan jihad yang paling rumit situasinya saat ini. Pembantaian yang dilakukan oleh rezim Syi’ah, intervensi Rusia, campur tangan AS, hingga berselisih pahamnya para Mujahidin mengakibatkan situasi di Suriah semakin memanas.

Intervensi Rusia di Suriah sendiri telah memakan banyak korban, karena mereka melakukan uji coba senjata terbaru mereka kepada rakyat Suriah. Senjata yang digunakan untuk uji coba merupakan senjata berat, drone, hingga senjata kimia. Rusia sendiri menyatakan bahwa mereka mendukung rezim Suriah agar tidak runtuh.

Kepala Staf Umum pasukan Rusia, Jenderal Valery Gerasimov menyatakan bahwa dukungan mereka terhadap rezim kriminal Suriah adalah untuk mencegah keruntuhan rezim tersebut.

Baca juga:

“Kami melakukan intervensi di saat pemerintah Suriah hanya menguasai 10 persen wilayahnya dan terancam runtuh dalam kurun waktu satu setengah bulan atau dua bulan,” kata Valery.

Ini bukan pertama kalinya seorang pejabat Rusia membuat pernyataan semacam ini. Pernyataan senada pernah diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. Lavrov mengatakan bahwa, “Ibukota Damaskus akan jatuh dalam dua atau tiga minggu tanpa bantuan dari kita.”

Intervensi pendudukan Rusia masih melakukan pembantaian terhadap rakyat Suriah. Mereka menguji coba senjata terbaru mereka menggunakan tubuh anak-anak dan wanita. Rusia juga mengendalikan sebagian besar keputusan rezim Syi’ah Suriah terhadap bidang politik dan ekonomi.

Perjanjian terbaru mereka adalah penandatanganan sewa pelabuhan Tartous selama 49 tahun. Perjanjian tersebut dibuat hanya beberapa hari saja.

Semoga Allah membinasakan musuh-musuh-Nya yang menodai kehormatan dan menumpahkan nyawa kaum Muslimin.

Source: Ebaa.news

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *