Israel Tingkatkan Serangan ke Gaza, Bayi dan Ibu Hamil Ikut Terbunuh

 

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, secara terbuka mengumumkan pada hari Minggu pagi rencana untuk meningkatkan serangan udara pada berbagai sasaran di Gaza, setelah pertemuan dengan kabinetnya.

Selain itu, PM mengumumkan akan mengerahkan lebih banyak pasukan infanteri dan artileri ke perbatasan selatan antara Israel dan Gaza.

Pengumuman itu  dikeluarkan setelah pertemuan dengan pejabat kabinet Israel tingkat atas.

Seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada saluran “7 News” bahwa pertemuan itu diadakan untuk membahas tindakan setelah tembak-menembak roket pada hari Sabtu antara Israel dan militan Gaza, setelah militer Israel menewaskan dua warga sipil Jumat di sebuah demonstrasi damai di sepanjang perbatasan Gaza-Israel.

Pertemuan hari Minggu kabinet Israel adalah pertemuan pertama dalam lebih dari dua bulan.

Selama beberapa bulan terakhir, menurut sumber media Israel, para pejabat HAMAS dan menteri dari Israel telah bergabung dalam pembicaraan damai dengan delegasi yang diperantarai Mesir, tetapi negosiasi sejauh ini tidak berhasil dalam mencapai penyelesaian jangka panjang.

Pejabat HAMAS telah sepakat beberapa minggu lalu untuk menahan unjuk rasa damai setiap hari Jumat, Great March of Return, dengan imbalan konsesi dari Israel, tetapi sejauh ini konsesi belum dilakukan, menurut pejabat Palestina. Sebaliknya, unjuk rasa damai terus berlanjut.

Tiga puluh sembilan warga Palestina telah terbunuh oleh pasukan Israel dalam dua bulan terakhir – kebanyakan dari mereka ditembak oleh penembak jitu Israel yang menembaki unjuk rasa damai di perbatasan Gaza-Israel setiap hari Jumat. Dua orang Israel terbunuh dalam periode waktu yang sama.

Serangan Udara di “Minggu Berdarah”

Hingga Minggu malam, tercatat 24 penduduk Gaza, Palestina, meninggal akibat serangan udara yang dilakukan Israel dalam 70 kali serangan selama 12 jam. Korban yang meninggal di antaranya terdapat bayi dan ibu hamil.

Pasukan Israel meningkatkan serangan mereka terhadap Jalur Gaza dan terus melakukan serangan udara yang intens dan penembakan di seluruh Jalur Gaza. Selain itu, pesawat tempur Israel terus sampai saat ini menargetkan bangunan tempat tinggal di lingkungan Gaza tengah dalam eskalasi serius peringatan lebih banyak korban.

Gelombang eskalasi ini terjadi setelah hari berdarah di mana pasukan Israel membunuh empat warga Palestina. Dua dari mereka adalah warga sipil, termasuk seorang penyandang cacat, yang menjadi sasaran amunisi selama partisipasi mereka dalam aksi Great March of Return dan Breaking the Siege, di sebelah timur Khan Younis dan kamp pengungsi al-Bureij.

Sementara itu, dua lainnya adalah anggota kelompok bersenjata Palestina yang berada di situs militer yang menjadi sasaran di kamp pengungsi Maghazi timur tak lama setelah pasukan Israel mengumumkan bahwa dua tentara Israel terluka dalam penembakan Palestina, di sebelah timur al-Bureij.

Menurut pekerja lapangan PCHR (Palestine Center for Human Rigths), serangan udara Israel dimulai pukul 09:45 pada hari Sabtu, 04 Mei 2019, dalam serangan udara di Jalan Al-Qarman di Beit Hanoun di Jalur Gaza utara, dengan dalih menanggapi sebuah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza yang jatuh di area terbuka di kompleks “Shaar HaNegev” Israel yang berbatasan dengan Jalur Gaza, menurut pernyataan Israel.

Serangan udara dan penembakan artileri Israel kemudian berlanjut melintasi Gaza. Menurut pekerja lapangan PCHR (hingga 21:30), pasukan Israel menembakkan 50 peluru artileri dan 78 rudal ke 76 sasaran, termasuk dua bangunan tempat tinggal, 11 lahan pertanian, dan situs militer dan pos-pos pemeriksaan kelompok-kelompok bersenjata Palestina.

Sekitar pukul 17.55 pada hari yang sama, ledakan terjadi di lingkungan al-Zaytoun di timur Gaza City. Akibatnya, seorang balita berusia 14 bulan, Saba Mahmoud Hamdan Abu ‘Arar, dan seorang wanita hamil 5 bulan, Falastine Saleh Abu‘ Arar (37) serta janinnya terbunuh. Selain itu, Ma’azouzah Mohammed Abu ‘Arar (72) dan Hussam Adnan Abu‘ Arar (2 tahun) terluka. Sementara itu, staf PCHR masih menyelidiki keadaan pasca ledakan.

Serangan udara juga mengakibatkan pembunuhan seorang anggota kelompok bersenjata Palestina di Jalur Gaza utara sementara 12 warga Palestina lainnya terluka, termasuk seorang wanita.

Pasukan Israel juga menghancurkan dua bangunan, termasuk apartemen tempat tinggal, kantor dan kantor media di lingkungan Al-Remal di Kota Gaza. Akibatnya, bangunan itu hancur total dan penghuninya mengungsi.

 

Sumber:   imemc  imemc.org

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *