Pasang Surut Kerjasama HTS dan Anasir Al-Qaeda di Suriah

Pasukan angkatan udara rezim Bashar al-Assad dan Rusia telah meningkatkan aktivitas pemboman mereka di Suriah Utara dalam beberapa pekan terakhir. Mujahidin Sunni menanggapi pemboman tersebut dengan serangkaian operasi yang menargetkan pasukan rezim Assad dan sekutunya di empat provinsi.

Serangan yang dipelopori oleh Hai’ah Tahrir al-Syam (HTS) dalam operasi ‘Incite the Believers’ (kobarkan semangat orang-orang Mukmin), dilakukan bersama beberapa pihak lain. HTS telah mempersiapkan kemungkinan terjadinya serangan yang lebih besar di Idlib, provinsi Barat Laut Suriah yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah kendali mereka.

Operasi ‘Incite the Believers’ diluncurkan pada bulan Oktober 2018 lalu oleh beberapa kelompok jihad yang beroperasi agak independen dari HTS. Kelompok-kelompok pencetus operasi tersebut termasuk Hurras al-Din, Front Ansar al-Din, dan Ansar al-Islam. Beberapa kelompok lain tampaknya telah bergabung atau bekerja sama dalam operasi gabungan tersebut.

Awal tahun ini, Hurras al-Din (HAD) dan HTS terlibat dalam perselisihan kecil yang terjadi setelah insiden di pos keamanan. Namun kemudian, HAD dan HTS membuat kesepakatan baru yang menyetujui sebuah putusan bahwa perselisihan mereka akan ditangani oleh pengadilan Islam. Para Mujahidin telah sepakat dan berjanji untuk berhenti dari saling kritik melalui media. Mereka juga telah membentuk komite untuk mengadili masalah ‘hukum dan keamanan’ tertentu. Mereka juga akan memantau kepatuhan tiap-tiap jamaah jihad terhadap perjanjian tersebut. HAD juga mengatakan mereka akan berkoordinasi dengan HTS ketika mereka akan melakukan operasi di wilayah-wilayah tertentu yang dikontrol oleh HTS.

Seperti yang dilaporkan oleh Long War Journal, seorang anggota veteran Al-Qaeda, yang lebih dikenal sebagai Abu Abdul Karim al-Masri (Karim), telah memainkan peran kunci dalam menangani perselisihan antara HTS dan HAD. Meskipun masih ada ketegangan di antara kedua belah pihak, tampanya gencatan senjata telah dibuat pada saat ini.

HAD sendiri dipimpin oleh para veteran al-Qeda yang berbeda pendapat dalam masalah strategi dengan HTS, termasuk pemutusan hubungan mereka (HTS) dengan al-Qaeda.

HAD bekerja melalui ruang operasi ‘Incite the Believers’. HAD dan sekutunya telah melakukan serangkaian serangan terhadap pasukan rezim Assad di Aleppo, Latakia, dan Hama. Pada minggu terakhir bulan April, operasi gabungan itu dinyatakan telah membunuh 30 orang pasukan musuh dan melukai 17 lainnya. Angka-angka korban tercantum dalam infografis operasi ‘Incite the Believers’ yang diproduksi dalam Bahasa Arab, Inggris, dan Turki. Infografis dalam Bahasa Inggris dapat dilihat di link di bawah ini.

Operasi ‘Incite the Believers’ menyatakan bahwa operasi ini dilakukan sebagai tanggapan atas perundingan damai putaran terakhir yang diadakan di Astana Kazakhstan pada bulan lalu. Para Mujahidin menyatakan bahwa pembicaraan itu hanyalah bagian dari konspirasi internasional untuk melemahkan perlawanan terhadap rezim Assad dan sekutunya.

HAD dan mitra militer mereka telah mengklaim operasi tambahan sejak akhir bulan April hingga beberapa hari di awal bulan Mei.

Foto-foto operasi ‘Incite the Believers’ telah diproduksi pada akhir bulan April. Mereka mendokumentasikan berbagai serangan sniper di Aleppo, Latakia, dan Hama. Beberapa gambar lainnya mendokumentasikan peluncuran mortar. Gambar lainnya juga menunjukkan Mujahidin yang menjatuhkan bahan peledak ke musuh-musuh mereka dari atas. Mereka juga menembakkan roket dan rudal.

Operasi ‘Incite the Believers’ menyatakan telah melepaskan berbagai tembakan ‘seperti lava’ kepada rezim Assad dalam berbagai foto yang dirilis awal bulan Mei ini.

 

 

Sumber:   longwarjournal

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *