Menunjuk Ikhwanul Muslimin Sebagai Teroris: Buang-buang Tenaga!

Menunjuk Ikhwanul Muslimin Sebagai Teroris Hanya Membuang Tenaga

Minggu lalu, pemerintahan Trump telah mengisyaratkan bahwa ia bermaksud untuk secara resmi memasukkan organisasi Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar organisasi teroris. Ini adalah keputusan yang absurd dan merusak. Dalam sebagian besar dari 100 tahun sejarah organisasi yang sangat terdesentralisasi ini, organisasi ini telah menghindari cara-cara kekerasan, dan mengutuk kekerasan.

Beberapa kelompok yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin yang belum sepenuhnya mengingkari kekerasan telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah AS, entah dengan adil atau tidak. Kelompok yang berafiliasi kepada Ikhwanul Muslimin adalah peserta damai dalam demokrasi yang sedang berkembang di Tunisia, Maroko, Kuwait, Yordania dan di banyak negara sekutu AS lainnya.

Kita harus mengambil waktu sejenak untuk mencermati betapa merusaknya langkah ini dengan menanyakan apa arti Ikhwanul Muslimin hari ini bagi Amerika, dan apa yang bisa diwakilkan untuk masa depan hubungan AS dengan Timur Tengah. Puluhan juta pendukung Ikhwanul Muslimin di seluruh dunia, dan banyak Muslim Amerika, melihat nilai dalam misi Ikhwanul Muslimin.

Baca juga:

Organisasi ini menginspirasi orang untuk berjuang untuk kehidupan kesadaran, kebebasan, dan keadilan Tuhan, dan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang Islam. Apakah Anda setuju dengan prinsip-prinsip ini atau tidak, menuding Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris tidak akan mengalahkan ideologi yang dianutnya. Ini adalah seperti gerakan yang lain, yang bisa berhasil atau gagal bergantung pada kekuatan argumennya.

Tudingan tersebut tidak hanya akan kontraproduktif dan tidak berdasar secara hukum, itu juga akan menjadi pemborosan modal politik Amerika di dalam dan luar negeri. Ini akan memperluas cakupan upaya kontra-teror ke tingkat yang sebelumnya dianggap tidak mungkin.

Penegakan hukum apa pun akan sepenuhnya arbitrer. Sumber daya yang dapat digunakan melawan ancaman nyata Al-Qaeda dan ISIS akan disia-siakan. Pemerintahan Trump sudah fokus pada beragam ancaman dan situasi, penunjukan ini tidak akan membantu menyelesaikannya, dan akan membuat kebijakan Timur Tengah secara khusus jauh lebih rumit.

Sebagai seorang pengacara yang mewakili orang-orang yang kurang mampu, pekerjaan saya membuat saya terlibat dengan banyak tokoh dan organisasi yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, memberi saya perasaan tentang masalah-masalah yang dihadapi gerakan tersebut di luar negeri. Saya memperingatkan Trump untuk tidak mengikuti kebijakan gagal yang dibuat oleh rezim brutal Mesir di bawah Al-Sisi.

Baca juga:

Perampasan kekuasaan yang dilakukannya secara kejam atas pemerintahan Ikhwanul Muslimin yang terpilih secara demokratis tidak boleh menjadi pemicu bagi kebijakan luar negeri AS. Mengkriminalkan salah satu sumber suara terbesar dunia Muslim untuk demokrasi akan menjadi kontraproduktif. Kita semua tahu betapa kerasnya orang Amerika membenci segala upaya untuk mengambil kebebasan mereka atau menyangkal rasa individualitas mereka; sudah menjadi sifat manusia untuk menginginkan yang terlarang.

Yah, itu sama dengan dunia dan politik Muslim. Sebagian besar penduduk negara Muslim akan memilih partai-partai Islam, sebagian, karena mereka telah berulang kali ditolak untuk menguasai pemerintahan.

Upaya untuk menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris adalah satu lagi cara baru dalam garis panjang kebijakan dari Washington yang telah menyebabkan, berulang-ulang kegagalan dalam tujuan untuk mewujudkan stabilitas di wilayah tersebut.

Orang-orang di Timur Tengah telah mengalami serangkaian bencana kediktatoran, baik dari sosialis atau monarki kecil, nasionalis atau boneka Amerika. Apa yang tidak mereka miliki adalah kesempatan untuk mengalami pemerintahan Islam moderat yang terpilih secara demokratis, meskipun berulang kali memilih mereka.

Jika kita terus menggagalkan “penentuan nasib sendiri” di dunia Arab, ketika diberi kesempatan untuk pemilihan yang bebas dan adil mereka akan memilih partai-partai Islam seperti yang telah mereka lakukan berkali-kali sebelumnya di Aljazair, Yordania, Palestina, Maroko, Kuwait, Tunisia , Irak, Lebanon dan Libya, dan lainnya.

Dalam masing-masing contoh ini AS dan atau Eropa telah memainkan peran yang tidak stabil dan negatif, merusak proses demokrasi. Perang perubahan rezim tidak bekerja dalam jangka panjang. Jika AS meninggalkan Hamas untuk memerintah tanpa sanksi, pemblokiran, dan bom, mereka bisa saja digulingkan pada siklus pemilu berikutnya. Berkat kebijakan AS dan Israel, siklus berikutnya ini tentu saja tidak pernah datang.

Baca juga:

Selain mengacaukan Timur Tengah, penunjukan Ikhwanul Muslimin akan memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan di dalam negeri AS. Di luar mempromosikan kiasan Islamophobia yang berbahaya bahwa semua Muslim adalah teroris dan melalui organisasinya mereka menyusup ke pemerintahan secara diam-diam untuk memaksakan hukum syariah, bukankah kita salah menilai situasi?

Dalam mendaftarkan Ikhwanul Muslimin kita akan secara tidak adil merugikan orang-orang Amerika Muslim yang taat, patuh hukum, dan baik hati serta organisasi arus utama mereka. The Muslim American Society (MAS), sering difitnah sebagai pengikut organisasi Ikhwanul Muslimin, mempromosikan keterlibatan aktif dalam komunitas di seluruh AS dengan memberikan peluang untuk layanan masyarakat, inisiatif antaragama, program pemuda, dan keterlibatan masyarakat. Dengan bekerja sama dan berkolaborasi dengan organisasi lain, MAS telah memperluas jangkauannya ke ribuan komunitas di seluruh Amerika Serikat, dan melakukan banyak hal baik.

Ikhwanul Muslimin adalah organisasi non-kekerasan. Lincoln pernah berkata, “Saat aku tidak suka pada seseorang, aku harus mengenalnya lebih baik lagi.” Kepada Trump, saya katakan kenalilah klien saya. Mereka juga orang Amerika. Setelah keterlibatan seperti itu, anda tidak perlu menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai teroris.

 

*Ditulis oleh Ashraf W. Nubani, seorang pengacara bagi imigran yang tinggal di Virginia dan juga tokoh komunitas Muslim lokal. Dia telah terlibat dengan MAS selama lebih dari 25 tahun.

Sumber: original.antiwar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *