Sekuler: Ideologi yang Memperbudak Perempuan

Ketelanjangan Jalan Menuju Pornografi

Ketelanjangan pasti akan mengarah kepada pornografi, dan mengajak para lelaki untuk membangkitkan kebutuhan seksualnya dengan segala cara (baik fisiologis maupun psikologis) melalui ketelanjangan yang tersebar. Sedangkan pada saat yang sama, ada undang-undang yang membatasi manusia untuk menyalurkan hawa nafsunya.

Dalam kasus ini, kita akan melihat akibatnya dalam maraknya pelecehan seksual dan perzinahan di Barat. Hal ini mengakibatkan terjadinya anak-anak tanpa adanya keluarga. Yang mengerikan adalah hal ini terjadi pada mayoritas masyarakat. Inilah bentuk perbudakan yang sebenarnya.

Islam Melawan Sekulerisme

Satu-satunya agama, budaya, dan peradaban yang melawan sekulerisme adalah Islam. Karena Islam membawa gagasan yang bertentangan dengan sekulerisme. Gagasan dalam Islam adalah hukum Allah harus berdaulat. Yang menentukan halal-haram adalah Allah, yang menentukan kebenaran dan kebatilan adalah Allah. Perkara-perkara seperti itu tidak diserahkan kepada manusia. Inilah makna dari penyerahan diri kepada Allah tanpa kesyirikan.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Q.S. an-Nahl: 116).

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. (Q.S. as-Syura: 21).

Kemerdekaan Perempuan dalam Islam

Islam datang untuk membebaskan manusia dari peribadatan kepada manusia lain dan membebaskan manusia dari peribadatan kepada hawa nafsunya. Islam menunjukkan bahwa peribadatan hanya layak untuk diberikan kepada Allah saja. Islam juga datang untuk memerdekakan perempuan dari peribadatan kepada para lelaki, dan memerdekakan perempuan dari eksploitasi lelaki. Sama saja apakah kezhaliman tersebut berbentuk penghilangan hak-hak kaum perempuan, atau mengubah perempuan menjadi alat untuk memenuhi hawa nafsu para lelaki semaunya sendiri, kemudian meninggalkannya tanpa ada tanggung jawab.

Allah menciptakan manusia kemudian memuliakannya. Allah telah mendundukkan apa-apa yang ada di langit dan dibumi untuk manusia, untuk memenuhi kewajiban manusia sebagai ‘khalifah’, dengan keadilan dan kebenaran di muka bumi.

Baca juga:

Islam datang untuk membebaskan manusia dari penjajahan para raja, para tiran, dan para thaghut. Islam juga datang untuk memerdekakan manusia dari pemikiran-pemikiran sesat dan menyesatkan, Islam datang untuk memerdekakan manusia dari hawa nafsu manusia lain, maupun hawa nafsunya sendiri. Sekulerisme adalah salah satu bentuk dari apa yang ditunjukkan oleh Allah dalam ayat:

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (Q.S. al-Furqan: 43).

Dalam artikel ini kami berusaha untuk menujukkan kekuatan Islam, kebanggannya, kepemimpinannya, dan ketinggiannya dibandingkan dengan metode buatan manusia. Ini adalah suatu hal yang harus kita yakini tanpa ragu.

Perang Islam melawan sekulerisme adalah hal yang nyata. Apakah kita mengadopsi ideologi Islam atau ideologi sekuler. Orang-orang sekuler berusaha menghiasi upaya mereka yang dikenal dengan ‘sekulerisme agama’ atau anti-agama, atau mereka membatasi agama dalam batas-batas tertentu (bukan dalam seluruh lini kehidupan).

Akar Pemikiran Sekuler Itu Satu

Akar pemikiran sekuler adalah memuliakan manusia sampai pada tingkatan menentukan benar dan salah, dan menjauhkan Allah ﷻ maupun agama agar tidak mencampuri urusan tersebut. Di antara akar pemikiran sekuler juga adalah percaya bahwa solusi terbaik dalam urusan manusia adalah ‘kebebasan berekspresi’ dan ‘kebebasan berpendapat’ kemudian serahkan saja kepada keinginan masing-masing person.

Tetapi Islam memiliki prinsip dan rambu-rambu mengenai halal-haram, dan tidak dibiarkan begitu saja sesuai hawa nafsu manusia. Seorang Muslim tidak boleh memilih mana yang dia anggap halal dan yang haram (ketentuannya sudah ditetapkan oleh Syari’at). Oleh karena itu, kami katakana kepada Perdana Menteri Perancis:

“Penelanjangan perempuan dalam bentuk apapun, baik di pantai maupun di manapun, adalah bentuk perbudakan terhadap perempuan. Hal ini merupakan proyek politik untuk merusak masyarakat serta menyebarkan degradasi moral dan pornografi. Kami menekankan bahwa kami akan melawan provokasi para penjajah yang hanya ingin menjadikan perempuan sebagai wadah pelampiasan hawa nafsu, bukan sebagai perempuan yang harus dihormati. Islam memberlakukan perempuan berdasarkan kemanusiaan, bukan berdasarkan erotisme.

Penelanjangan perempuan membangkitkan syahwat kaum lelaki, merusak tatanan kehidupan masyarakat, dan merusak lingkungan keluarga yang bersih. Kami mendesak pemerintah kota di seluruh negeri umat Islam untuk melarang segala bentuk penelanjangan, baik di pantai maupun di tempat lain. Juga agar mereka mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk menjaga martabat perempuan, dan untuk menunjukkan kepada para turis yang berkunjung tentang perlunya menghormati nilai-nilai Islam dan lingkungannya.”

Pariwisata dan Pendapatan Nasional

Orang-orang mungkin mengatakan bahwa pariwisata (yang dibungkus dengan ketelanjangan dan alkohol), merupakan sumber pendapatan nasional kita. Apa yang harus kita lakukan?

Mungkin orang yang mengatakan lupa akan firman Allah ﷻ,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Q.S. al-A’raf: 96).

Semoga jawaban akan pernyataan tersebut mampu mengangkat kesulitan di negeri-negeri kita:

Sesungguhnya industri pariwisata adalah ilmu yang luas, terlepas dari pemerintahan yang korup di negeri-negeri kaum Muslimin, pariwisata tidak terbatas hanya pada ketelanjangan, alkohol, dan amoralitas. Pariwisata memiliki banyak bidang. Baru-baru ini, muncul istilah ‘Wisata Halal’ bagi orang-orang yang ingin mencarinya. Beberapa konferensi telah diadakan untuk hal itu. Turki dan Malaysia memiliki pengalaman dalam merintis pariwisata keluarga yang bersih, jauh dari hal-hal yang diharamkan dalam Islam.

Umat Muslim tidak sedikit jumlahnya. Adapun orang-orang yang mengulas pariwisata halal, memperhatikan minat perusahaan-perusahaan pariwisata internasional, terutama hotel, untuk menarik wisatawan Muslim. Mereka juga mengetahui berapa banyak kekuatan di tangan kita, sedangkan kita sering melupakan hal itu.

Tidak benar bahwa semua turis dari Barat hanya menginginkan ketelanjangan. Ini bertentangan dengan fakta lapangan, fitrah manusia, dan industri-industri pariwisata yang menghormati norma-norma Islam, moral, serta prinsip-prinsipnya.

Membangun industri pariwisata yang tidak berdasarkan pada ketelanjangan adalah hal yang mudah, realistis, dan menguntungkan, Insya Allah. Tetapi hal itu tidak akan dapat terrealisasi selama umat Islam belum terbebas dari segala bentuk pemikiran sekuler. Hal itu tidak akan terrealisasi selama umat Islam belum terbebas dari segala bentuk tiran dan thaghut.

Membangun lingkungan dan peradaban berdasarkan Islam yang benar merupakan sebuah perjuangan.

Perang melawan sekulerisme merupakan perjuangan yang sudah lama. Tetapi, pertempuran yang menentukan kemenangan belum dimulai. Kita harus mempersiapkan diri secara intelektual, spiritual, dan etis untuk menghadapi pertempuran ini. Jangan sampai kita tertipu oleh batilnya sekulerisme, atau kita akan mengalami kelemahan dan kekalahan secara psikologis.

Pertempuran pada awalnya adalah pertempuran ‘keyakinan dan pemikiran’. Jika kita menang, maka kemenangan secara fisik hanya tinggal menunggu waktu, Insya Allah.

 

 

Sumber:  tipyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *