Kejahatan Perang terhadap Anak-Anak Yaman

Kejahatan Perang terhadap Anak-anak Yaman

Henrietta Fore dari UNICEF merinci dampak mengerikan perang terhadap Yaman terhadap anak-anak Yaman:

Sekitar 360.000 anak-anak menderita kekurangan gizi akut, dan setengah dari anak-anak Yaman di bawah lima tahun – atau 2,5 juta – telah mengalami pertumbuhan yang terhambat, suatu kondisi yang tidak dapat dibalikkan. Lebih dari dua juta anak tidak bersekolah: “Singkatnya, sistem yang dibutuhkan setiap anak dan keluarga, telah gagal”, kata kepala UNICEF tersebut.

Krisis kemanusiaan Yaman masih menjadi yang terburuk di dunia, dan akan terus memburuk semakin lama perang berlangsung. Anak-anak termuda Yaman adalah di antara yang paling parah terkena dampak krisis ini, dan ratusan ribu dari mereka menderita kekurangan gizi akut atau menderita penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Jutaan orang lagi menderita kurang gizi di tingkat ekstrim. Seperti yang dijelaskan Fore, jutaan anak di bawah usia 5 tahun sudah menderita pertumbuhan yang terhambat. Mereka semua akan menanggung efek perang ini selama sisa hidup mereka.

Kesehatan dan perkembangan jutaan rakyat Yaman akan dirugikan secara permanen oleh dampak perang ini, hingga lama setelah pertempuran berhenti. Kelaparan dan penyakit adalah pembunuh terbesar di Yaman, dan kondisi bagi keduanya telah diciptakan dan kemudian diperburuk oleh pemboman, blokade, dan perang ekonomi yang dilakukan oleh koalisi Arab Saudi.

Fore kemudian mengatakan ini:

“Tuan Presiden, kita berada pada titik kritis. Jika perang berlanjut lebih lama, negara itu dapat bergerak melewati sebuah titik batas yang mana kita tidak bisa kembali memperbaiki keadaan… Berapa lama kita akan terus membiarkan Yaman terlupakan oleh dunia? “

Kepala komisi kemanusiaan PBB menambahkan bahwa kelaparan masih mengancam jutaan orang, dan wabah kolera baru terus menyebar dan hampir menyamai jumlah total kasus pada sepanjang tahun 2018 hanya dalam empat bulan pertama tahun ini:

Koordinator Bantuan Darurat PBB, Mark Lowcock, mengatakan kepada anggotanya bahwa sepuluh juta orang masih membutuhkan bantuan makanan darurat, sementara “momok kelaparan masih tampak”. Kolera telah muncul sebanyak 300.000 kasus di awal tahun ini saja, dibandingkan dengan 370.000 kasus sepanjang 2018.

Negara-negara lain di dunia telah berulang kali gagal untuk menghentikan “kemunduran Yaman,” dan kita nampaknya masih akan gagal lagi. Ada lebih banyak kesadaran akan krisis kemanusiaan Yaman di AS daripada sebelumnya, dan ada beberapa langkah signifikan yang diambil dalam upaya untuk mengakhiri keterlibatan AS dalam perang, tetapi sebagian besar keadaan buruk rakyat Yaman terus berlanjut diabaikan dan terbengkalai.

Skala dan tingkat keparahan krisis kemanusiaan Yaman membutuhkan upaya bantuan yang mendesak dan masif. Sebelum itu bisa sepenuhnya efektif, ada keharusan yang mendesak untuk mengakhiri perang. Dukungan AS yang berlanjut untuk koalisi Saudi adalah penghalang untuk mengakhiri perang, dan selama pemerintahan Trump siap untuk memanjakan Saudi dan Emirat, perdamaian abadi di Yaman akan sulit dicapai.

 

Sumber:   theamericanconservative

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *