NATO: Al-Qaeda Merata di Wilayah Afghanistan

Al-Qaeda beroperasi di seluruh negeri, dan tidak terbatas pada satu wilayah saja. Hal ini telah dikonfirmasi oleh komandan pasukan AS dan NATO di Afghanistan.

Jenderal Austin Miller, komandan Resolute Support Mission dan Pasukan AS-Afghanistan membenarkan beberapa analisis yang dikemukakan oleh Long war journal. Long war jounal menyatakan bahwa mereka telah mencatat jejak al-Qaeda selama bertahun-tahun, yang meliputi seluruh wilayah di Afghanistan.

“Kami telah melihat adanya al-Qaeda di Afghanistan. Ya, di banyak wilayah di Afghanistan,” kata Miller, seperti yang diliput oleh TOLONews. “Di berbagai wilayah di Afghanistan, kita dapat menemukan mereka (al-Qaeda). Jadi bukan hanya pada satu wilayah tertentu. Mereka ada di seluruh negeri ini.”

Long war journal telah menganalisa keberadaan al-Qaeda di Afghanistan selama lebih dari satu dekade. LWJ menggunakan analisis dari rilis pers, pernyataan publik dari militer AS, komando NATO di Afghanistan, layanan keamanan Afghanistan, serta pernyataan kesyahidan dari kelompok Jihad itu sendiri. Data-data tersebut kemudian ditandai secara geografis ke dalam sebuah peta yang melacak operasi dan gerakan kelompok jihad tersebut, serta operasi militer AS dan Afghanistan melawan mereka.

Data tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa al-Qaeda dan kelompok-kelompok jihad sekutunya telah beroperasi di tanah Afghanistan selama dua dekade terakhir. Organisasi-organisasi jihad ini sering beroperasi di wilayah-wilayah yang dikontrol oleh Taliban. Para syuhada’ dari kalangan mujahidin juga sering meninggal bersama dengan anggota Taliban di Afghanistan.

Sejak 2007, pasukan NATO, AS, dan Afghanistan telah meluncurkan setidaknya 373 operasi terhadap kelompok-kelompok jihad asing di 27 provinsi dari total 34 provinsi di Afghanistan.

Long war journal juga telah membuat peta tentang kehadiran al-Qaeda dan IS di Afghanistan. Peta tersebut didasarkan kepada dua laporan terbaru Dewan Keamanan PBB mengenai keberadaan al-Qaeda dan IS di Afghanistan. Dalam laporan terbarunya, Dewan Keamanan PBB memperingatkan bahwa kedua kelompok tersebut terus mempertahankan kehadiran mereka secara signifikan di Afghanistan.

Data tersebut juga dilengkapi dengan laporan operasional dari militer AS dan pasukan keamanan Afghanistan selama beberapa tahun terakhir. Peta tersebut menunjukkan keberadaan al-Qaeda di anak benua India (AQIS), serta IS di 13 provinsi di Afghanistan. Al-Qaeda dan cabang regionalnya, AQIS, terlihat di 13 provinsi di Afghanistan. Sedangkan IS cabang Khurasan terlihat di 5 provinsi di Afghanistan.

Pemerintah AS yang dipimpin oleh Zalmay Khalilzad (Perwakilan Khusus untuk Rekonsiliasi Afghanistan), sedang bernegosiasi dengan Taliban. AS juga mengatakan bahwa Taliban bisa menjadi mitra kontraterorisme yang efektif dan mencegah Afghanistan agar tidak digunakan sebagai pusat pergerakan ‘teroris’ (jihadis) internasional.

Namun, al-Qaeda dan Taliban tetap merupakan sekutu yang kuat, dan Khalilzad sangat menyadari fakta itu. Saat berpidato di depan Komite Urusan Luar Negeri Dewan pada bulan Juli 2016, ia secara pribadi menggambarkan Taliban sebagai ‘organisasi ekstrim’ yang memiliki ikatan yang tahan lama dengan al-Qaeda. Ia juga mengatakan bahwa keduanya tidak akan berpisah.

Pernyataan Miller tentang kehadiran al-Qaeda di seluruh wilayah Afghanistan membuat kita mempertanyakan usaha AS untuk bernegosiasi damai dengan Taliban. Taliban jelas mendukung al-Qaeda hingga hari ini, karena al-Qaeda tidak akan dapat beroperasi di ‘seluruh wilayah negeri’ tanpa adanya dukungan dan persetujuan tersirat dari Taliban.

 

 

Sumber:  Longwarjournal

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *