Petempuran Panas di Latakia

Selama lebih dari seminggu, pasukan Bashar al-Assad telah berusaha untuk menguasai bukit Kabinah (bisa disebut juga Kabanah atau Kabani), sebuah bukit kunci di provinsi Latakia. Pasukan Assad menghadapi perlawanan sengit para Mujahidin di sana, termasuk dari kelompok-kelompok Jihad yang terkait dengan al-Qaeda.

Salah satu organisasi Jihad yang ada di sana adalah Turkistan Islamic Party (TIP), yang berafiliasi dengan al-Qaeda. TIP terutama terdiri dari pejuang etnis Uyghur. Beberapa hari setelah pertempuran dimulai, TIP memposting beberapa foto dari tempat pertempuran.

Keberhasilan TIP di pertempuran awal dikonfirmasi juga oleh musuh-musuhnya. Al-Masdar News, sebuah outlet berita pro rezim Assad, melaporkan bahwa Tentara Arab Suriah (SAA), telah menderita ‘banyak korban’ dalam upaya mereka untuk menguasai Kabinah dari TIP dan HTS. SAA menembakkan berbagai rudal sebelum melakukan pertempuran, tetapi tetap tidak membuat mereka memenangkan pertempuran. Lebih dari seminggu kemudian, SAA masih berupaya untuk menguasai Kabinah.

Berbagai situs pro-Jihadis telah membagikan gambar parit yang dalam, di mana parit tersebut telah membantu TIP, HTS, dan kelompok Jihad lainnya, dalam menahan serangan udara SAA.

Sumber online yang berhubungan dengan HTS menyatakan bahwa pasukan Assad menggunakan senjata kimia dalam serangan terakhir mereka untuk menguasai Kabinah. Nampaknya para pasukan Assad menggunakan gas klorin, di mana hal tersebut bukanlah hal yang mengejutkan mengingat rekam jejak rezim Nushairiyah dalam menggunakan senyawa kimia. Namun, belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai hal ini.

Secara terpisah, TIP menampilkan sebuah video panjang yang menyatakan bahwa Rusia akan menghadapi kekalahan di Suriah, seperti halnya Uni Soviet telah kalah dari Mujahidin di Afghanistan. Video tersebut dibuka dengan cuplikan adegan-adegan Jihad tahun 1980-an, termasuk cuplikan mundurnya pasukan Soviet.

Dalam video TIP, ditampilkan juga beberapa tokoh yang berpengaruh bagi kelompok tersebut, seperti Mullah Omar (Taliban), Abu Mus’ab al-Zarqawi (al-Qaeda Irak), dan Abu Muhammad al-Jaulani. Orang terakhir adalah ketua dari Hay’ah Tahrir al-Syam (HTS) yang merupakan rekan dekat TIP di Suriah.

Salah satu tokoh lain yang muncul adalah Ibn al-Khattab, seorang Mujahid terkenal di Chechnya yang didukung oleh Usamah bin Laden, sebelum akhirnya wafat pada tahun 2002.

Selain TIP dan HTS, berbagai kelompok Jihad lainnya juga berperang di Latakia.

Koalisi operasi ‘Incite the Believers’ (و حرض المؤمنين) menyatukan mereka. Operasi gabungan ini juga mencakup Hurras al-Din (HAD), Ansar al-Din, dan Ansar al-Islam. Operasi ini didirikan pada bulan Oktober 2018. HAD sendiri dipimpin oleh para veteran al-Qaeda.

Para pemimpin HAD dan HTS telah mengalami serangkaian perselisihan mengenai arah Jihad di Suriah. Namun, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan baru pada bulan Februari lalu, dan berjanji untuk mengadili perselisihan di antara mereka melalui pengadilan umum Syari’ah. Mereka juga berjanji akan berkoordinasi di medan perang. Terlepas dari masalah yang masih ada di antara mereka, persatuan mereka sudah terlihat jelas di Latakia dan di tempat lain.

Pada 14 Mei lalu, operasi Incite the Believers menampilkan satu set foto yang mendokumentasikan sebuah penyerangan pos di pegunungan yang dijaga oleh para loyalis Assad. Para Mujahidin nampaknya menyusup ke belakang garis musuh sebelum akhirnya membunuh mereka. Gambar-gambar yang ditampilkan menunjukkan bahwa serangan tersebut dilakukan dengan cara menyelinap. Foto-foto sebelumnya yang dirilis oleh pihak koalisi juga menggunakan cara yang sama.

Operasi Incite the Believers juga mengadakan upaya penggalangan dana secara online, untuk mendukung operasi mereka di Latakia, Hama, dan di tempat lain. Feed di Twitter yang terkait dengan para Mujahidin juga memposting gambar yang menunjukkan brosur dari upaya penggalangan dana tersebut. Nomor kontak dan alamat Telegram juga dicantumkan di sudut kanan bawah bagi orang-orang yang tertarik untuk berdonasi.

Operasi Incite the Believers telah merilis upaya promosi lain yang terkait dengan pertempuran dahsyat yang terjadi baru-baru ini. Termasuk infografis yang terus diperbarui, yang menampilkan korban dan kerugian yang dialami oleh pasukan Assad.

Pasukan oposisi lainnya, termasuk Front Pembebasan Nasional (NLF) yang didukung oleh Turki, juga memerangi Assad dan Rusia di tempat lain. Angkatan udara Suriah dan Rusia sedang melakukan kampanye pemboman yang telah mengakibatkan krisis kemanusiaan di Barat Laut Suriah.

 

Sumber:  Longwarjournal

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *