Kerjasama Terselubung Houthi dan Hezbollah Lebanon

Kerjasama Terselubung Houthi dan Hezbollah Lebanon

Gerakan Syi’ah Houthi di Yaman baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka sedang memulai sebuah upaya penggalangan dana untuk Hezbollah Lebanon. Kampanye penggalangan dana ini dimulai setelah AS memberikan sanksi baru terhadap kelompok Syi’ah Lebanon tersebut pada bulan lalu.

Sam FM, sebuah stasiun radio yang dijalankan oleh para Houthi yang berbasis di Sana’a, pada hari Jum’at (24/5) mengumumkan bahwa mereka telah memulai kampanye untuk menyumbangkan dana kepada Hezbollah Lebanon. Stasiun radio tersebut juga membuat pernyataan dalam akun resmi telegramnya bahwa kampanye ini diadakan dalam rangka, “Mendukung para ketua ‘mujahidin’ di dunia ini, yaitu yang paling murni adalah Hezbollah.”

Channel telegram milik Sam FM juga menerbitkan kembali sebuah wawancara yang dilakukan oleh direkturnya, Hamoud Mohammad Sharaf, kepada Kantor Berita Saba yang dikelola oleh Houthi juga. Sharaf mengatakan bahwa kampanye penggalangan dana tersebut diadakan untuk ‘memperkuat poros perlawanan,’ dan bahwa kampanye tersebut ‘merupakan pukulan yang mengejutkan dan menyakitkan bagi para Zionis, musuh bangsa Arab dan Islam.’

Baca juga:

‘Poros perlawanan’ yang dimaksud mengacu kepada jaringan para aktor negara maupun non-negara yang dipimpin oleh Iran. Para aktor tersebut beroperasi ‘melawan’ AS dan sekutunya di Timur Tengah dan sekitarnya.

Orang-orang Houthi tidak dianggap sebagai bawahan langsung Iran seperti Hezbollah atau proksi lainnya. Namun, peran Houthi dalam memperkuat ‘poros’ yang dipimpin oleh Iran telah menjadi semakin jelas selama beberapa tahun terakhir.

Musim panas lalu, kepemimpinan Houthi bertemu dengan kepemimpinan Hezbollah di Beirut, Lebanon. Koalisi yang dipimpin oleh Saudi juga secara rutin menyajikan bukti bahwa beberapa operasi Hezbollah dilakukan di Yaman dalam rangka membantu Houthi. AS juga telah lama menuduh Iran dan Hezbollah bekerja sama dalam mendukung, melatih, dan memberi nasehat-nasehat kepada para pasukan Houthi.

Sementara itu, Abdel Malek al-Houthi, pemimpin gerakan Houthi secara global, telah berkali-kali menyatakan bahwa ia akan mengirim pasukannya untuk berperang di sisi Hezbollah jika ada perang baru yang terjadi melawan Israel.

 

Sumber:   Longwarjournal

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *