Saat Barat Sibuk Diplomasi Taliban Memperluas Wilayah

Saat Barat Sibuk Diplomasi Taliban Memperluas Wilayah

Ketika Barat terus berupaya untuk melakukan perjanjian damai di Afghanistan, Taliban terus menekan mereka secara militer dan mengambil kendali banyak wilayah di negara tersebut.

Taliban mengklaim telah menguasai lima distrik di empat provinsi di Afghanistan sejak pertengahan Mei lalu. Sementara itu, militer Afghanistan mengatakan bahwa mereka telah menguasai satu distrik yang berada di bawah kendali Taliban selama lebih dari dua tahun.

Klaim-klaim Taliban mengenai kontrol atas distrik-distrik di Afghanistan seringkali sulit untuk dinilai karena ketiadaan konfirmasi independent dari pers, pemerintah atau militer Afghan, atau konfirmasi dari Resolute Support, atau cara lainnya. Namun, klaim Taliban atas penguasaan pusat-pusat distrik telah terbukti sebagian besar adalah akurat seiring berjalannya waktu. Bahkan seringkali lebih besar dan lebih akurat daripada pemerintah Afghan atau Resolute Support.

Baca juga:

Taliban mengatakan bahwa mereka telah menguasai Charsadda di Ghor pada 13 Mai lalu, juga distrik Shamulzaie dan Shinkai (disebut Seyuri oleh Taliban) di provinsi Zabul pada 15 dan 16 Mei lalu, serta distrik Marghab di Badghis dan Charchino di Uruzgan pada 31 Mei. Long War Journal dapat mengkonfirmasi bahwa Taliban telah menguasai Marghab, dan sedang ada pertempuran dahsyat di pusat distrik Shamulzaie, Shinkay, dan Charchino. Adapun di Charsadda, belum ada laporan mengenai pertempuran yang terjadi.

Pihak militer Afghanistan mengatakan bahwa mereka telah mengeluarkan Taliban dari pusat distrik Dih Yak di Ghazni pada 27 Mei.

Berdasarkan informasi ini serta sejarah di masa lalu, LWJ menilai Marghab sebagai distrik yang dikuasai Taliban, Charchino, Charsadda, Dih Yak, Shamulzaie, dan Shinkay sebagai distrik yang masih diperebutkan (Taliban merilis sebuah video yang menunjukkan para pejuangnya sedang bertempur di Shamulzaie dan Shinkay). Masing-masing distrik ini diperebutkan dengan sengit selama beberapa tahun terakhir, dan kekuasaan di sana juga telah berpindah tangan beberapa kali.

Taliban sering mengelilingi pusat-pusat distrik, mengendalikan daerah-daerah terpencil, dan menyerbu pusat distrik ketika pasukan Afghan yang terkepung telah kehabisan pasokan. Para pejuang Taliban akan memasuki pusat-pusat distrik, menguasai gedung-gedung, dan mendokumentasikan kegiatan mereka, lalu kemudian mundur ketika bala bantuan pasukan Afghan datang. Proses ini sering diulang beberapa kali, yang membuat kepercayaan warga Afghan kepada pemerintah dan militer mereka berkurang.

Baca juga:

Taliban terus melakukan peningkatan secara bertahap di provinsi-provinsi Afghanistan, meskipun ada upaya dari pemerintah AS untuk mengurangi jumlah distrik yang dikendalikan atau diperebutkan oleh Taliban. Taliban telah mahir menggunakan daerah-daerah di bawah kendalinya untuk melanjutkan tujuannya menguasai Afghanistan. Di daerah-daerah yang dikuasai atau diperebutkan Taliban, mereka menggunakan area tersebut untuk melatih para pejuang serta melakukan serangan terhadap distrik dan kota yang berada di bawah kendali pemerintah.

Hingga Oktober 2018, militer AS dan pasukan Resolute Support mengatakan bahwa kontrol distrik dan populasi adalah kunci inti untuk mengukur keampuhan strategi AS di Afghanistan. Namun, sejak militer AS mulai melacak kunci-kunci inti ini, Taliban terus meningkatkan kontrol mereka atas sejumlah distrik.

Pihak militer tidak lagi mengumpulkan informasi ini pada Oktober 2018. Mereka mengklaim bahwa penilaian tersebut tidak menunjukkan keefektifan strategi Asia Selatan atau kemajuan yang menuju kepada keamanan dan stabilitas di Afghanistan. Terutama setelah penunjukan Perwakilan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad.

“Komando tidak lagi percaya bahwa data memiliki nilai dalam pengambilan keputusan,” kata Departemen Pertahanan.

Khalilzad telah ditunjuk untuk merundingkan perjanjian damai dengan Taliban untuk membebaskan pasukan AS dari Afghanistan. Jenderal Austin S. Miller, komandan Resolute Support dan Pasukan AS-Afghan saat ini, telah mengatakan bahwa upaya Khalilzad dengan tidak memerangi Taliban, adalah kunci utama yang harus dipatuhi.

Sementara itu, Taliban telah mengatakan bahwa mereka hanya ingin pasukan AS mundur dari Afghanistan dan mereka akan membangun lagi Imarah Islam mereka. Taliban menolak untuk berbicara dengan pemerintah Afghanistan. Taliban juga terus berjuang untuk mendapatkan kontrol atas wilayah-wilayah di Afghanistan.

 

Sumber:   longwarjournal

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *